AS Serukan Gencatan Senjata Konflik Sudan di Tengah Ancaman Kelaparan Ekstrem

Kerusakan akibat konflik berkepanjangan di Sudan. (Anadolu Agency)

AS Serukan Gencatan Senjata Konflik Sudan di Tengah Ancaman Kelaparan Ekstrem

Willy Haryono • 17 October 2026 09:00

New York: Wakil Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Jeff Bartos, mendesak penerapan gencatan senjata kemanusiaan di Sudan di tengah memburuknya kondisi kesehatan dan ancaman kelaparan ekstrem.

Ia juga meminta pihak-pihak yang bertikai untuk segera menghentikan pertempuran demi mencegah lebih banyak terbunuhnya warga sipil.

“Setiap hari konflik ini berlanjut merupakan sesuatu yang tidak dapat diterima,” kata Bartos dalam rapat Dewan Keamanan PBB di New York yang membahas Sudan pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Ia memperingatkan bahwa warga sipil tidak hanya tewas akibat senjata dan tentara bayaran yang masuk ke negara tersebut, tetapi juga akibat kelaparan dan krisis kesehatan yang diperburuk oleh pertempuran.

“Kita membutuhkan gencatan senjata kemanusiaan. Saya ulangi: kita membutuhkan gencatan senjata kemanusiaan,” ujarnya, seperti dilansir dari Anadolu Agency.

Bartos mengatakan gencatan senjata kemanusiaan dapat membantu mengurangi penderitaan berkepanjangan rakyat Sudan. Ia menambahkan bahwa Washington akan terus bekerja sama dengan pihak-pihak yang bertikai untuk mewujudkan kesepakatan tersebut.

Ia juga meminta Dewan Keamanan mendukung proses politik yang bertujuan mencapai penyelesaian menyeluruh serta mempertahankan Sudan sebagai negara yang bersatu, dengan institusi negara yang berfungsi dan bertanggung jawab kepada rakyatnya.

Menurut Bartos, setiap dialog politik nasional harus dimiliki dan dipimpin oleh rakyat Sudan sendiri. Proses tersebut juga harus bebas dari campur tangan kelompok ekstremis bersenjata yang terkait dengan organisasi teroris yang telah ditetapkan secara internasional, serta individu-individu yang bertanggung jawab atas kekejaman terhadap penduduk.

Bartos selanjutnya mendesak Dewan Keamanan mengambil langkah konkret untuk menghentikan aliran senjata yang terus masuk ke Sudan. Menurut dia, upaya tersebut diperlukan untuk memberdayakan rakyat Sudan dan memfasilitasi transisi menuju pemerintahan yang dipimpin warga sipil.

“Amerika Serikat siap bekerja sama dengan setiap anggota Dewan Keamanan untuk mendukung upaya kelompok lima negara dalam memajukan proses politik sipil yang inklusif, memperkuat upaya mencapai gencatan senjata kemanusiaan, serta memastikan akses kemanusiaan tanpa hambatan.

Langkah-langkah ini pada akhirnya akan menyelamatkan nyawa dan mencegah pertumpahan darah lebih lanjut,” kata Bartos.

Sudan dilanda perang saudara antara militer dan Pasukan Dukungan Cepat (RSF) sejak April 2023. Konflik tersebut telah menewaskan puluhan ribu orang dan menyebabkan jutaan lainnya mengungsi.

Baca juga: RSF Bunuh Lebih dari 25 Warga Sipil di Sudan, Ada Dugaan Eksekusi

(Willy Haryono)