Asap hitam dari peperangan di Sudan. (Anadolu Agency)
RSF Bunuh Lebih dari 25 Warga Sipil di Sudan, Ada Dugaan Eksekusi
Willy Haryono • 3 October 2026 18:03
Khartoum: Serangan kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF) menewaskan lebih dari 25 warga sipil di wilayah Umm Badr, Negara Bagian Kordofan Utara, Sudan, menurut keterangan Sudan Doctors Network.
Dalam pernyataan pada Sabtu, 3 Oktober 2026, jaringan dokter nonpemerintah tersebut mengatakan sebuah video yang beredar di internet memperlihatkan anggota RSF mengeksekusi warga sipil di wilayah tersebut.
Menurut pernyataan itu, dugaan pembunuhan tersebut diperparah oleh indikasi bahwa aksi tersebut dilakukan berdasarkan latar belakang etnis, dengan dalih menuduh para korban berpihak kepada militer Sudan.
“Eksekusi warga sipil secara melawan hukum merupakan kejahatan berat dan pelanggaran mencolok terhadap hukum humaniter internasional serta standar hak asasi manusia,” kata jaringan tersebut, yang dikutip kantor berita Anadolu.
Sudan Doctors Network memperingatkan bahwa penargetan terhadap masyarakat berdasarkan afiliasi etnis atau sosial dapat mengancam perdamaian sosial serta memicu ujaran kebencian dan kekerasan.
Jaringan dokter tersebut mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan kelompok hak asasi manusia melakukan penyelidikan independen serta meminta pertanggungjawaban pihak yang terlibat.
RSF belum memberikan komentar terkait pernyataan tersebut. Kelompok itu biasanya menyatakan tidak menargetkan warga sipil, meski klaim tersebut dibantah oleh otoritas Sudan dan kelompok hak asasi manusia internasional.
Militer Sudan Kuasai Sejumlah Wilayah
Militer Sudan baru-baru ini mencatat kemajuan di sejumlah wilayah North Kordofan setelah pertempuran dengan RSF. Militer mengatakan telah menguasai 11 wilayah di negara bagian tersebut.Sejak akhir Juli, militer menguasai sejumlah wilayah luas di Kordofan Utara setelah merebut kembali Kota Bara yang strategis, serta wilayah Jabra al-Sheikh dan Umm Siyala. Militer juga mengamankan jalan nasional yang menghubungkan Bara dengan Omdurman, di sebelah barat ibu kota Khartoum.
Tiga negara bagian di wilayah Kordofan, yakni Kordofan Utara, Kordofan Barat, dan Kordofan Selatan, mengalami bentrokan antara militer Sudan dan RSF sejak Oktober tahun lalu.
Sudan dilanda perang antara militer dan RSF sejak 2023. Konflik tersebut telah menewaskan puluhan ribu orang dan membuat sekitar 13 juta orang mengungsi, menurut perkiraan PBB dan organisasi internasional.
Baca juga: Militer Sudan Berkomitmen Jalankan Perang Tanpa Henti terhadap RSF