Militer Sudan akan bergerak tanpa henti dalam fase perang berikutnya menuju wilayah Darfur. (Anadolu Agency)
Militer Sudan Berkomitmen Jalankan Perang Tanpa Henti terhadap RSF
Willy Haryono • 2 September 2026 07:16
Khartoum: Kepala Staf Angkatan Darat Sudan Jenderal Yasir Al-Atta mengatakan pasukan pemerintah akan terus bergerak “tanpa henti” pada fase perang berikutnya, dan berjanji mengarahkan operasi menuju wilayah Darfur di Sudan barat.
Al-Atta menyampaikan pernyataan tersebut saat meninjau pasukan dari Brigade ke-14, pasukan khusus, Otoritas Operasi, serta pasukan yang disebut “Western Forces," menurut pernyataan Angkatan Darat Sudan, Selasa, 1 September 2026.
“Pergerakan pada fase berikutnya akan berlangsung tanpa berhenti bagi seluruh pasukan, baik yang berada di pangkalan maupun di garis depan,” kata Al-Atta kepada para prajurit.
“Kami berperang untuk melindungi warga sipil, bukan untuk membalas dendam, karena kami adalah angkatan bersenjata nasional yang profesional, bukan milisi Rapid Support Forces (RSF),” lanjutnya, dikutip dari Anadolu Agency.
Al-Atta menuduh RSF telah melakukan “pembunuhan sistematis” di sejumlah kota dan wilayah, termasuk El Geneina, El Fasher, dan Negara Bagian Blue Nile, dengan alasan etnis. Ia juga menuduh RSF merekrut anak-anak.
Pernyataan Angkatan Darat Sudan tidak menjelaskan lokasi Al-Atta melakukan inspeksi pasukan tersebut. RSF juga belum memberikan tanggapan atas tuduhan tersebut.
Janji Bergerak ke Darfur
Al-Atta juga berjanji pasukan pemerintah akan bergerak menuju Darfur.“Kami meyakinkan rakyat kami di Darfur bahwa kami akan datang untuk melindungi mereka dari pelanggaran yang dilakukan milisi pemberontak serta memberikan keamanan dan stabilitas seperti yang telah dinikmati negara-negara bagian lain yang telah dibebaskan dari pemberontakan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika pertempuran antara Angkatan Darat Sudan dan RSF masih berlangsung di sejumlah front.
Salah satu medan pertempuran utama berada di tiga negara bagian kawasan Kordofan, yakni Kordofan Utara, Kordofan Barat, dan Kordofan Selatan. Pertempuran di wilayah tersebut telah berlangsung sejak 25 Oktober.
Perang antara Angkatan Darat Sudan dan RSF telah berlangsung sejak April 2023. Konflik tersebut menewaskan puluhan ribu orang dan menyebabkan sekitar 13 juta orang mengungsi, berdasarkan perkiraan PBB dan sejumlah organisasi internasional.
Darfur menjadi salah satu wilayah paling terdampak konflik, dengan persaingan antara kedua pihak untuk menguasai wilayah dan jalur strategis di Sudan bagian barat.
Baca juga: Hampir 20.000 Orang Mengungsi akibat Pertempuran di Blue Nile Sudan