Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco menyampaikan pidato peringatan 98 Tahun Sumpah Pemuda di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Foto: Istimewa.
DPR Peringati Sumpah Pemuda, Seluruh Pihak Diajak Rawat Persatuan lewat Kerja Nyata
Gabriella Thesa Widiari • 28 October 2026 17:17
Jakarta: Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menekankan semangat Sumpah Pemuda sebagai pijakan legislasi dan pengawasan di tengah ketidakpastian global. Ia mengingatkan pemuda 1928 datang dengan latar berbeda, tetapi sepakat menempatkan cita-cita bangsa di atas kepentingan kelompok.
“Persatuan tidak boleh berhenti menjadi semboyan. Ia harus menjelma jadi kemampuan negara dalam mengambil keputusan yang tepat, cepat, dan adil,” ujar Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2026.
Dalam pidatonya, Dasco menegaskan semangat persatuan para pemuda puluhan tahun silam masih relevan dengan kondisi saat ini. Terlebih di tengah ketegangan global yang berimbas hingga ke dapur keluarga Indonesia.
Di sisi lain, Dasco mengulas kabut asap lintas batas. Menurut Dasco, perhatian Malaysia dan Singapura patut dihargai, dengan prioritas pelindungan warga terdampak. Ia mendorong parlemen di negara-negara ASEAN bekerja sama lebih erat dalam menangani krisis lingkungan.
“Kritik tidak perlu dibalas dengan ketersinggungan, kritik perlu dijawab dengan kerja yang dapat diuji,” kata Dasco.
Di dalam negeri, Dasco memaparkan DPR bersama pemerintah telah menyetujui tiga undang-undang pada Masa Persidangan I, yakni Reforma Agraria, Pelindungan Ketenagakerjaan, dan Satu Data Indonesia. Pada Masa Persidangan II, DPR akan membahas empat RUU strategis, termasuk RUU Perampasan Aset yang tetap mengedepankan hak asasi dan asas hukum.

Museum Sumpah Pemuda. Foto: dok. Antara.
Kepada generasi muda, Dasco berpesan menjaga watak bangsa yaitu berani tanpa gegabah, terbuka tanpa tunduk, dan bersatu tanpa kehilangan nalar kritis. Melalui peringatan Sumpah Pemuda, DPR berkomitmen menghadirkan persatuan dalam setiap kerja yang berpihak pada kepentingan rakyat.
“Pemuda adalah urat nadi Indonesia, dan menjaga persatuan adalah sumpah abadi kita bersama,” kata Dasco.