Zelensky Mulai Rombak Kabinet, PM Ukraina Resmi Mengundurkan Diri

PM Ukraina Yulia Svyrydenko. (Anadolu Agency)

Zelensky Mulai Rombak Kabinet, PM Ukraina Resmi Mengundurkan Diri

Willy Haryono • 13 July 2026 11:33

Kyiv: Perdana Menteri Ukraina Yulia Svyrydenko resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada Minggu, 12 Juli 2026, setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan bahwa ia akan mengemban tugas baru di pemerintahan.

Svyrydenko menjadi salah satu pejabat senior yang terdampak dalam perombakan kabinet terbaru yang dilakukan Zelenskyy sebagai bagian dari perubahan strategi politik Ukraina di tengah perang yang masih berlangsung dengan Rusia.

Zelensky, yang masih memimpin di bawah status darurat militer karena pemilu tidak dapat diselenggarakan selama masa perang, secara berkala melakukan restrukturisasi kabinet guna menghadirkan energi dan momentum baru bagi pemerintahannya.

Svyrydenko sebelumnya menjabat sebagai Menteri Ekonomi sebelum diangkat menjadi perdana menteri pada Juli 2025 pada usia 39 tahun.

Ia dikenal memiliki peran penting dalam negosiasi dan penyelesaian perjanjian mineral strategis antara Ukraina dan Amerika Serikat, yang dipandang sebagai langkah penting untuk memperkuat keterlibatan Washington dalam keamanan Ukraina.

Dalam pernyataan yang diunggah melalui media sosial, Svyrydenko menyebut dirinya merasa terhormat dapat memimpin pemerintahan Ukraina pada salah satu periode paling sulit dalam sejarah modern negara tersebut.

"Saya tetap siap untuk melayani negara Ukraina dan melaksanakan setiap tugas yang bertujuan memperkuat posisi Ukraina, membela kepentingan nasional kami, dan membawa perdamaian yang adil semakin dekat," tulisnya, dikutip dari laman CBS News, Senin, 13 Juli 2026.

Meski demikian, ia tidak menjelaskan posisi baru yang akan diembannya.

Posisi Baru

Zelensky mengatakan dirinya telah menawarkan kepada Svyrydenko tanggung jawab baru yang berkaitan dengan hubungan Ukraina dengan salah satu mitra internasional utamanya.

"Setiap bidang prioritas kebijakan luar negeri akan ditugaskan kepada orang tertentu yang memiliki pengalaman substansial dan mampu melaksanakan apa yang telah disepakati di tingkat para pemimpin serta apa yang diharapkan rakyat Ukraina," ujar Zelenskyy.

Presiden Ukraina itu juga mengindikasikan akan adanya perubahan pada jajaran pimpinan lembaga penegak hukum dan kementerian strategis lainnya.

Setelah pengumuman tersebut, Zelensky menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah pejabat senior, termasuk Menteri Energi Denys Shmyhal, Menteri Dalam Negeri Ihor Klymenko, serta Menteri Pertahanan Mykhailo Fedorov.

Perombakan ini diperkirakan menjadi reorganisasi kabinet besar keempat sejak dimulainya invasi skala penuh Rusia ke Ukraina pada 2022.

Di tengah perubahan politik tersebut, pertempuran antara Ukraina dan Rusia terus berlangsung.

Aksi Saling Serang

Otoritas Rusia pada Minggu melaporkan satu orang tewas dan tiga lainnya terluka akibat serangan Ukraina di wilayah Samara, Rusia barat daya.

Gubernur Samara, Vyacheslav Fedorishchev, mengatakan seorang anak termasuk di antara korban luka, sementara sejumlah rumah dan gedung apartemen mengalami kerusakan.

Media Rusia melaporkan bahwa sasaran utama serangan tersebut adalah kilang minyak Syzran milik perusahaan energi Rusia, Rosneft.

Di wilayah lain, Gubernur Rostov, Yuri Slyusar, mengatakan sebuah kapal tanker mengalami kerusakan akibat serangan drone di jalur pelayaran Laut Azov-Hitam.

Menurutnya, kapal tersebut dalam keadaan kosong sehingga tidak menimbulkan risiko tumpahan minyak.

Serangan drone Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia dalam beberapa bulan terakhir dilaporkan memicu gangguan pasokan bahan bakar di sejumlah wilayah Rusia.

Moskow merespons dengan meningkatkan serangan rudal dan drone terhadap Kyiv dan sejumlah kota besar Ukraina lainnya.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah menyerang fasilitas pelabuhan di Odesa dan Chornomorsk di Ukraina selatan. (Kelvin Yurcel)

Baca juga: Serangan Rusia di Ukraina Tewaskan 6 Orang, Kyiv Balas Serang Armada di Laut Azov

(Willy Haryono)