Petugas Damkar Dikerahkan Bantu Pemakaman Wanita Obesitas Berbobot 200 Kg

Proses pemakaman warga Solo berbobot 200kg dibantu Damkar Solo.

Petugas Damkar Dikerahkan Bantu Pemakaman Wanita Obesitas Berbobot 200 Kg

Triawati Prihatsari • 6 January 2026 06:48

Solo: Petugas Pemadam Kebakaran Kota Solo membantu pemakaman seorang warga Serengan, Solo, yang memiliki bobot jenazah sekitar 200 kilogram. Proses pemakaman wanita berinisial R, 43, itu dilaksanakan di TPU Daksinoloyo, Danyung, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Senin, 5 Januari 2026.

Jenazah ditandu oleh delapan anggota Linmas dan satu anggota BPBD Solo menuju lokasi pemakaman. Di lokasi, alat milik Damkar telah terpasang untuk membantu penurunan jenazah. Proses penurunan ke liang lahat memakan waktu sekitar 10 menit.

“Kita menggunakan sistem lowering dalam penurunannya. Kita memakai tandu basket karena jenazah tidak mungkin dimasukkan ke dalam peti karena ukurannya terlalu besar,” ujar Komandan Regu Penyelamatan Charlie, Matias Andri, di Sukoharjo, Senin, 5 Januari 2026.

Dibutuhkan 12 personel untuk membantu proses pemakaman tersebut. “Kami melibatkan 12 personel penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Solo. Kendala saat ini hanyalah ruang gerak di lokasi, tetapi sisanya lancar. Mulai dari rumah duka sampai pemakaman, semuanya bisa terjangkau dan teratasi oleh tim kami,” beber Andri.
 


Ia menambahkan, pemakaman jenazah dengan bobot berlebih bukan pertama kali dilakukan timnya. Sebelumnya, pihaknya juga membantu pemakaman warga Banyuanyar, Solo.

“Untuk Damkar Solo, ini kejadian kedua. Yang pertama dulu di Banyuanyar dengan berat lebih dari 200 kilogram. Sistemnya sama, alat yang digunakan juga sama, meliputi tripod, webbing, dan satu set peralatan vertical rescue,” ungkap Andri.

Andri menceritakan, pihak keluarga menghubungi Damkar Solo untuk meminta bantuan pemakaman. Timnya langsung terjun ke lapangan melakukan pengecekan dan eksekusi. Ditambahkan Ketua RW 08, Harjanto, warga tersebut memiliki riwayat penyakit jantung. Menurutnya, R sempat pingsan sebelum dinyatakan meninggal dunia.

“Beliau punya riwayat sakit jantung. Siang itu sedang tidur di lantai atas, lalu pingsan. Anaknya berteriak dan warga berdatangan. Pihak RW kemudian berkoordinasi memanggil ambulans dan bantuan Linmas untuk membawa turun. Namun, saat di perjalanan sudah dinyatakan meninggal dunia,” ungkap Harjanto.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)