Wakil Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Savitri Handayana dalam acara World Pharmacist Day 2026 di Balai Kota DKI Jakarta pada Jumat, 25 September 2026. Foto: Metro TV/Nattasya Amani
Kasus Gagal Ginjal Tinggi di Jakarta, Masyarakat Diimbau Tak Sembarangan Minum Obat
Nattasya Amani Vrazeti • 25 September 2026 15:57
Jakarta: Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menyoroti fenomena tingginya kasus gagal ginjal di Jakarta. Berdasarkan data terakhir, rentang usia pasien yang melakukan cuci darah semakin muda, yakni usia 20 tahun.
“Saat ini kita bisa melihat range daripada usia yang mengakses layanan cuci darah itu bukan semakin tua, tetapi semakin muda. Kita bisa melihat di rumah sakit itu usia 20 tahun itu sudah banyak yang melakukan cuci darah,” ujar Savitri dalam acara World Pharmacist Day 2026 di Balai Kota DKI Jakarta pada Jumat, 25 September 2026.

Ilustrasi ginjal. Foto: Medicinenet.
Padahal, kata Savitri, fasilitas kesehatan di Jakarta sudah sangat memadai dengan keberadaan 192 rumah sakit, 44 puskesmas kecamatan, 292 puskesmas pembantu, serta layanan “Pasukan Putih” yang langsung mendatangi rumah warga. Savitri mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan mengakses atau membeli obat.
“Sehingga seharusnya saya berharap nanti Bapak/Ibu terutama dari ibu-ibu kader untuk Agent of Change ini dapat menyampaikan informasi bahwa jangan mengakses atau membeli obat sembarangan,” kata Savitri.