Pakar Ungkap Penyebab Jumlah Hotspot saat Karhutla Sulit Diprediksi

Guru Besar Kehutanan dan Lingkungan Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Yanto Santosa. Foto: tangkapan layar Youtube Metro TV

Pakar Ungkap Penyebab Jumlah Hotspot saat Karhutla Sulit Diprediksi

Muhamad Marup • 3 September 2026 22:17

Jakarta: Guru Besar Kehutanan dan Lingkungan Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Yanto Santosa mengungkapkan penyebab jumlah hotspot saat karhutla sulit diprediksi. Menurutnya hal tersebut tidak terjadi karena kegagalan tim pemadam.

"Sumber penyalaan atau sumber apikan yang umumnya atau sebagian besar adalah karena ulah manusia, tapi tidak berarti bahwa muncul baru (hotspot) merupakan kegagalan dari tim pemadam," ujar Yanto, dalam program Kontroversi Metro TV, Kamis, 3 September 2026, pukul 21.05 WIB.

Ia menyebut, kondisi lapangan membuat jumlah hotspot dapat bertambah kapan saja. Kondisi lahan yang didominasi gambut membuat hotspot sulit diprediksi.

"Khususnya di lahan gambut, kebakaran itu juga terjadi di bawah lapisan atas, di bawah. Dan itu merambat secara perlahan," jelasnya.

Kontroversi. Foto: Metro TV

Penyebab Karhutla

Yanto mengakui kondisi seperti fenomena El Nino juga menjadi penyebab karhutla. Meski demikian, aktivitas manusia merupakan faktor utama terjadinya bencana yang meluas.

Ia mencontohkan, aktivitas di masyarakat yang menggunakan api untuk membuka lahan masih terjadi. Meski demikian, aktivitas tersebut dilakukan secara hati-hati.

"Jadi semua kemungkinan tetap ada, tapi saya sepakat bahwa memang bahwa sumber api itu memang karena aktivitas manusia," katanya. Terkait adanya tudingan kepada pihak korporasi, Yanto meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan. Menurutnya, harus ada kajian yang komprehensif untuk menguak penyebab utama karhutla.

"Karena itu perlu sebuah kajian yang komprehensif, yang tidak bisa asal menyimpulkan," tuturnya.

(Muhamad Marup)