Kemenhaj: Cek Info Rekrutmen Petugas Haji lewat Kanal Resmi

Petugas Haji. Foto: Media Center Haji.

Kemenhaj: Cek Info Rekrutmen Petugas Haji lewat Kanal Resmi

Fachri Audhia Hafiez • 2 July 2026 19:04

Jakarta: Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menegaskan seluruh informasi mengenai pendaftaran seleksi calon petugas haji hanya diumumkan melalui laman serta akun media sosial resmi institusi. Masyarakat diimbau waspada dari maraknya informasi ilegal yang berpotensi memicu tindak penipuan.

“Kalau ingin tahu rekrutmen petugas haji, silakan ikuti laman-laman resmi atau website resmi dari Kementerian Haji dan Umrah atau platform-platform media sosial resmi Kemenhaj,” ujar Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, dilansir Antara, Kamis, 2 Juli 2026.
 


Dahnil menegaskan Kemenhaj belum membuka atau mengumumkan proses pendaftaran petugas haji untuk musim berikutnya. Sehingga, jika masyarakat menemukan pamflet atau iklan pendaftaran yang beredar luas di jagat maya di luar kanal resmi, dipastikan hal tersebut hoaks dan mengarah pada modus penipuan.

“Jadi kami ingin mengingatkan kepada seluruh masyarakat jangan sampai tertipu dengan iklan-iklan, dengan ajakan-ajakan di sosial media bahwasannya ada rekrutmen petugas haji,” kata Dahnil.

Dia menggarisbawahi bahwa seluruh proses seleksi yang diselenggarakan oleh negara sama sekali tidak memungut biaya dari para pendaftar. “Petugas haji akan diumumkan rekrutmennya melalui channel-channel resmi dari Kementerian Haji dan Umrah, dan rekrutmen petugas haji itu tidak dipungut biaya 1 rupiah pun,” tegas Dahnil.


Ilustrasi jemaah haji. Foto: Media Indonesia/Media Center Haji 2026/Akmal Fauzi.

Di samping mewaspadai penipuan, Dahnil membocorkan bahwa skema rekrutmen petugas haji untuk musim 2027 akan berjalan jauh lebih ketat demi mendongkrak kualitas pelayanan di tanah suci. Sistem seleksi bakal dirombak dan setiap calon petugas yang lolos nantinya diwajibkan untuk menempuh tahapan pembekalan yang intensif.

“Kami akan melakukan perbaikan-perbaikan rekrutmen dan nanti semuanya harus dan wajib itu ikut pelatihan,” ucap Dahnil.

Dahnil meminta masyarakat yang berminat mengabdikan diri untuk mulai menempa kapasitas fisik dan mental sejak dini. Sebab, standarisasi baru mengharuskan para calon petugas untuk mengikuti pelatihan ketat di asrama haji selama satu bulan penuh.

“Jadi siapa pun di luar sana ingin menjadi petugas haji ikut tesnya, persiapkan diri, tapi juga harus bersiap masuk asrama. Istilah saya itu masuk barak selama satu bulan. Kalau tidak siap, anda tidak bisa menjadi petugas haji,” ujar Dahnil.

(Fachri Audhia Hafiez)