Kars Sangkulirang-Mangkalihat Dipersiapkan Jadi Geopark Dunia

Pengunjung menelusuri Gua Beloyot di Kampung Merabu, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. ANTARA/M Risyal Hidayat.

Kars Sangkulirang-Mangkalihat Dipersiapkan Jadi Geopark Dunia

Silvana Febiari • 7 May 2026 10:46

Samarinda: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) tengah mempercepat dan memantapkan penyusunan dokumen serta persiapan lapangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kawasan Sangkulirang-Mangkalihat lolos verifikasi nasional pada Juli 2026 dan diusulkan sebagai geopark kelas dunia.

"Kami sedang melakukan akselerasi untuk menyinkronkan dokumen rencana induk sesuai arahan Bappenas, serta memperkuat visibilitas di lapangan agar standar nasional terpenuhi dengan sempurna," ujar Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim Ririn Sari Dewi, dilansir dari Antara, Kamis, 7 Mei 2026. 

Upaya ini, menurutnya, menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam pembangunan yang tidak hanya berfokus pada Ibu Kota Nusantara (IKN). Pemerintah daerah juga memberi perhatian pada pelestarian pesona geologi dunia yang tersimpan di hutan Benua Etam.
 


"Fokus utama tim gabungan lintas daerah saat ini adalah penyempurnaan dokumen rencana induk yang mencakup pengelolaan jangka panjang kawasan konservasi tersebut," ungkap Ririn.

Pemerintah daerah juga mulai melakukan upaya konkret melalui pembangunan gerbang identitas di titik-titik masuk kawasan serta pemasangan branding masif di bandara utama Kabupaten Berau dan Kutai Timur.

Secara teknis, lanjutnya, kawasan karst kebanggaan Kaltim memiliki kekayaan geologi yang terdiri dari 26 geosite, tujuh situs keanekaragaman hayati, dan dua situs budaya yang siap dinilai oleh tim verifikator nasional.

"Kemudian, fenomena alam air dua rasa di Labuan Cermin serta kerucut karst di Desa Merabu diproyeksi menjadi daya tarik utama dalam membuktikan keunggulan nilai universal kawasan ini kepada dunia luar," lanjut Ririn.


Pengunjung menelusuri Gua Beloyot di Kampung Merabu, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. ANTARA/M Risyal Hidayat.


Selain aspek geologi, kata Ririn, penguatan kelembagaan melalui pelibatan akademisi, praktisi, dan birokrat profesional menjadi prioritas utama. Tujuannya untuk memastikan tata kelola yang berkelanjutan.

Pemerintah juga sedang mengkaji secara mendalam opsi pembentukan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) agar pengelolaan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat pada masa depan dapat berjalan secara lebih lincah dan mandiri.

Pihaknya menggenjot program pemberdayaan masyarakat adat, seperti yang telah berjalan di Kampung Budaya Merabu. Program ini menjadi pilar penting dalam menghubungkan status perlindungan alam dengan peningkatan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata.

"Jika verifikasi nasional ini berjalan sukses, Geopark Sangkulirang-Mangkalihat disodorkan menjadi kandidat untuk diusulkan masuk ke dalam UNESCO Global Geopark," jelas Ririn.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)