Mensesneg: Presiden Ajak Akademisi Berkontribusi Selesaikan Masalah Bangsa

Mensesneg Prasetyo Hadi. Foto: ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi.

Mensesneg: Presiden Ajak Akademisi Berkontribusi Selesaikan Masalah Bangsa

Fachri Audhia Hafiez • 28 June 2026 16:52

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh sivitas akademika, termasuk dekan, guru besar, dan rektor, untuk bergotong-royong menyumbangkan keahlian keilmuannya demi menyelesaikan berbagai persoalan besar yang dihadapi bangsa saat ini. Kepala Negara memandang kalangan akademisi sebagai aset pemikir terbaik yang memiliki kapasitas besar untuk membawa Indonesia bertransformasi menjadi negara maju.

"Beliau berpandangan bahwa dalam rangka menyelesaikan seluruh masalah bangsa kita yang sekarang kita hadapi, beliau ingin mengajak seluruh sivitas akademika," kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, usai menghadiri penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) di Jakarta, dilansir Antara, Minggu, 28 Juni 2026.
 


Prasetyo menjelaskan, sejak pembukaan acara pada Jumat, 26 Juni 2026, Presiden telah menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin ilmu. Para pakar diharapkan tidak lagi bekerja secara sektoral, melainkan bergerak bersama dalam satu garis perjuangan demi kepentingan nasional.

"Individu-individu yang memiliki keahlian di bidangnya masing-masing, mari bekerja sama untuk saling mengeluarkan kemampuan terbaiknya di bidangnya masing-masing, tetapi dalam satu rangka kebangsaan," tambah Prasetyo.


Presiden Prabowo Subianto. Foto: ANTARA/BPMI Setpres-Laily Rachev/pri.

Sebelumnya, Prabowo menyatakan bahwa kebangkitan sebuah negara sangat bergantung pada seberapa optimal potensi universitas digerakkan oleh pembuat kebijakan.

"Saya selalu berpendapat bahwa para guru besar adalah orang-orang yang terpintar dari sebuah negara. Jadi, kalau negara mau bangkit, negara mau maju, memang harus dimanfaatkan atau digerakkan potensi dan kemampuan dari kampus-kampus, dari universitas," tegas Prabowo saat membuka acara tersebut pada Jumat, 26 Juni 2026

Atas dasar pertimbangan tersebut, Presiden menegaskan komitmennya untuk terus menempatkan para ahli dan akademisi pada posisi-posisi strategis di kabinet serta lembaga negara. Hal ini guna memastikan setiap kebijakan publik berbasis pada data dan kajian ilmiah yang matang.

"Saya dari awal sadar peran penting para ilmuwan, para guru besar, dan karena itu, kalau saudara simak, hampir di setiap bidang pemerintahan yang kunci, saya ikut sertakan profesor-profesor dalam posisi-posisi yang sangat menentukan," papar Prabowo.

Prabowo mengibaratkan tata kelola pemerintahan ini seperti menakhodai sebuah kapal besar, di mana figur pemimpin yang kuat tetap membutuhkan dukungan dari awak kapal yang ahli. Khususnya ahli di bidangnya masing-masing agar bisa berlayar sampai tujuan dengan selamat.

"Sama di semua bidang. It is not the technology, it is not the equipment. It is the man and the woman behind the equipment. Ini yang kita sadari, percuma kita punya pesawat yang paling canggih kalau pilotnya tidak andal," tegas Prabowo.

(Fachri Audhia Hafiez)