Pramono bakal Panggil Perusahaan Aplikator Bahas Parkir Ojol

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat dijumpai di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2026). ANTARA/Lifia Mawaddah Putri.

Pramono bakal Panggil Perusahaan Aplikator Bahas Parkir Ojol

Gabriella Thesa Widiari • 24 June 2026 20:52

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan memanggil manajemen perusahaan aplikator untuk membahas penataan parkir ojek online (ojol). Sebab, penanganan ini tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI.

"Saya sudah meminta untuk memanggil manajemen ojol untuk bersama-sama menangani ini. Enggak mungkin hanya Pemerintah DKI Jakarta yang menangani," kata Pramono, dilansir dari Antara, Rabu, 24 Juni 2026.
 


Pramono mengatakan banyak jumlah pengemudi ojol membuat persoalan parkir menjadi tantangan di berbagai wilayah Jakarta. Dia mencontohkan trotoar Jalan HR Rasuna Said yang berubah fungsi menjadi lahan parkir kendaraan ojol.

Pemprov DKI tengah menyiapkan pengaturan parkir yang lebih rapi. Termasuk kemungkinan menyediakan lokasi khusus bagi pengemudi ojol untuk menunggu penumpang.

"Kalau mau parkir silakan misalnya enklave di satu tempat dan sebagainya. Nah, pengaturan-pengaturan seperti itulah yang harus dilakukan," ungkap Pramono.


Ilustrasi ojek online. Foto: MI/Bary Fathahlilah.

Pramono menyebut penataan parkir tidak hanya menyasar pengemudi ojol, tetapi juga akan mencakup seluruh sistem perparkiran di Jakarta. Dalam waktu dekat, Pemprov DKI akan mengatur parkir secara menyeluruh, mulai dari area parkir di pusat perbelanjaan, gedung perkantoran, hingga ruang publik.

"Kita akan juga melakukan pengaturan parkir secara menyeluruh. Baik itu yang harus di valet, parkir di gedung-gedung, pusat perbelanjaan, maupun parkir-parkir di tempat publik," papar Pramono.

Pramono menilai upaya penertiban parkir liar harus dilakukan konsisten meski kerap menuai kritik dari masyarakat. Sebab, hasil penertiban sudah mulai terlihat, salah satunya di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.

"Yang dulu orang kalau mau ke Blok M kan pasti sudah mikirnya parkirnya bisa dua, tiga kali, tiga tempat dan sebagainya. Setelah ditertibkan rupanya sekarang menjadi lebih baik," kata Pramono.

(Gabriella Thesa Widiari)