HUT Ke-80 Bhayangkara, Kapolri Inisiasi Umrah untuk Guru PAUD

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Foto: Istimewa.

HUT Ke-80 Bhayangkara, Kapolri Inisiasi Umrah untuk Guru PAUD

M Sholahadhin Azhar • 27 June 2026 11:46

Jakarta: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberangkatkan umrah guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Hal ini sebagai rangkaian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

Salah satu penerima manfaat tersebut adalah Dewi Mentari, 37, seorang guru PAUD asal Manggarai, Jakarta Selatan.

Dewi, perempuan kelahiran Jakarta yang telah mendedikasikan dirinya sebagai guru playgroup selama 17 tahun sejak 2009, mengaku tidak menyangka bisa melihat Ka'bah secara langsung melalui program spiritual ini. Keberangkatannya berlangsung pada rentang waktu 21 Juni hingga 30 Juni 2026.

"Terharu, serasa mimpi, pokoknya speechless. Alhamdulillah ya Allah, berkah dunia akhirat untuk Pak Listyo Sigit. Lihat Ka'bah pertama kali, bergetar sebadan-badan," ujar Dewi, Sabtu, 27 Juni 2026.

Baca Juga :

Survei Litbang Kompas: Citra Positif Polri Naik Jadi 71,5 Persen

Program sosial keagamaan ini digagas bekerja sama dengan organisasi Masyarakat Pecinta Polisi Indonesia (MPPI). Ketua MPPI, Zandre Badak, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan bentuk kepedulian nyata institusi kepolisian terhadap elemen masyarakat yang memiliki keterbatasan finansial namun memiliki kontribusi sosial yang besar.

Zandre menambahkan, rangkaian Program Wisata Religi Kapolri ini dipastikan akan terus berlanjut. Gelombang pemberangkatan berikutnya dijadwalkan pada Agustus 2026.

"Pada tanggal 21 Agustus, bertepatan dengan bulan Maulid Nabi, akan diberangkatkan kembali oleh Bapak Kapolri, kali ini difokuskan untuk para guru TKA-TPA Al-Qur'an," jelas Zandre Badak.

Guru PAUD Dewi Mentari. Foto: Istimewa.

Selain memfasilitasi perjalanan umrah bagi para guru, rangkaian peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 juga menyasar perbaikan infrastruktur bagi warga di daerah. Salah satu bantuan yang disalurkan adalah program bedah rumah tidak layak huni milik seorang guru mengaji lansia, Ustaz Zaini, 75, di Kota Palembang, Sumatra Selatan.

Bantuan tersebut diberikan lantaran kondisi fisik rumah sekaligus tempat mengaji anak-anak tersebut dinilai memprihatinkan dan rawan roboh. Dalam waktu dekat, pihak panitia juga menjadwalkan pembangunan tempat ibadah baru berupa Mushola Presisi untuk menunjang aktivitas keagamaan warga.

Di samping program keagamaan, MPPI turut mengapresiasi kebijakan strategis Mabes Polri di sektor pemulihan ekonomi masyarakat, salah satunya melalui program Desk Ketenagakerjaan Polri. Program tersebut dirancang untuk memfasilitasi para buruh yang terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) agar bisa mendapatkan akses pekerjaan baru secara lebih cepat dan akuntabel.

(Anggi Tondi)