Survei Litbang Kompas: Citra Positif Polri Naik Jadi 71,5 Persen

Ilustrasi polisi. Foto: Medcom.id.

Survei Litbang Kompas: Citra Positif Polri Naik Jadi 71,5 Persen

Anggi Tondi Martaon • 26 June 2026 13:56

Jakarta: Polri mencatatkan rapor positif dalam evaluasi publik pada April 2026. Berdasarkan Survei Litbang Kompas, terjadi peningkatan signifikan pada indikator citra, kepuasan hingga kepercayaan masyarakat terhadap Korps Bhayangkara dibandingkan tahun sebelumnya.

Citra kelembagaan Polri naik menjadi 71,5 persen dari 2025, yaitu 64,4 persen. Kenaikan citra positif instansi yang dipimpin Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo itu dikaitkan dengan banyaknya pelibatan personel kepolisian sebagai ujung tombak di lapangan.

Sementara itu, tingkat kepercayaan publik terhadap institusi Polri juga meningkat sebesar 82,4 persen. Angka tersebut naik jika dibandingkan tahun lalu, yaitu 76,2 persen.

Tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan Polri juga mengalami kenaikan. Tahun sebelumnya tingkat kepercayaan berada di 65, persen naik menjadi 67,6 persen.

Selain itu, Litbang Kompas menanyakan penilaian ke responden yang pernah berhubungan dengan Polri. Hasilnya, skor kinerja profesionalitas Polri naik dari sebelumnya 7,76 persen naik menjadi 8,37 persen.

Hasil penilaian profesionalitas layanan Polri ini didapat dari rata-rata indeks 20 aspek dari responden yang pernah berhubungan Polri seperti pengurusan dokumen, membuat dokumen, kegiatan pengamanan atau patroli polisi.

Ilustrasi survei. Foto: Medcom.id.

Selain itu, 80 persen responden menyatakan fasilitas pelayanan di kantor polisi kini sudah nyaman. Peningkatan kepercayaan yang signifikan sebahai institusi negara yang dipercaya publik. 

Dalam survei tersebut, secara umum jika dibandingkan tahun lalu, kinerja Polri dinilai semakin baik sebagaimana dinyatakan 80,6 persen responden. 

Survei Litbang Kompas diselenggarakan pada 9 hingga 18 April 2026 melalui metode wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden.  Pengambilan sampel dilakukan secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 38 provinsi. 

Tingkat kepercayaan 95 persen. Sedangkan margin of error survei tersebut sebesar 2,83 persen.

(Anggi Tondi)