Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI Heni Hamidah. (Metrotvnews.com / Muhammad Reyhansyah)
Kemlu Sebut PMI yang Minta Dipulangkan dari Libya dalam Kondisi Sehat
Willy Haryono • 28 June 2026 21:34
Jakarta: Kementerian Luar Negeri dan KBRI Tripoli tengah menangani kasus pekerja migran Indonesia (PMI) berinisial AJ di Benghazi, Libya Timur, menyusul informasi yang beredar di media sosial pada 26 Juni 2026.
Seorang perempuan diduga AJ terlihat menangis histeris dalam sebuah video di media sosial, memohon bantuan kepada Presiden RI dan Gubernur Jabar untuk dipulangkan karena ia merasa telah bekerja melebihi batas kemampuan.
"KBRI Tripoli telah memastikan saat ini kondisi AJ dalam keadaan aman, sehat, dan tidak mengalami cidera/luka," ucap Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah dalam keterangan tertulis kepada awak media pada Minggu, 28 Juni 2026.
"KBRI Tripoli bersama pihak-pihak terkait, termasuk AJ dan pihak majikan, masih terus melakukan pendalaman untuk memperoleh gambaran yang utuh mengenai kronologi kejadian," sambungnya.
Berdasarkan penelusuran bersama agensi setempat, AJ diketahui telah bekerja di Benghazi, Libya Timur, sejak Maret 2025 melalui jalur penempatan yang tidak sesuai prosedur oleh pihak sponsor.
Heni mengatakan bahwa Kemlu RI melalui KBRI Tripoli akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dan otoritas setempat untuk penanganan kasus ini.
"Kemlu RI kembali mengimbau masyarakat yang berencana bekerja di luar negeri agar menggunakan jalur prosedural sesuai ketentuan yang berlaku untuk memastikan pelindungan hak-hak dan keselamatan pekerja," pungkasnya.
Baca juga: Diduga Korban TPPO, PMI di Libya Menangis Minta Dipulangkan ke Tanah Air