Anggota DPR dari Fraksi NasDem Willy Aditya. Foto: Istimewa.
Upaya Willy Aditya Tingkatkan Literasi Para OB, Pamdal, dan Pegawai di DPR
Anggi Tondi Martaon • 26 June 2026 08:27
Jakarta: Anggota DPR dari Fraksi NasDem Willy Aditya konsisten dalam meningkatkan literasi di tengah masyarakat Indonesia. Kali ini, Ketua Komisi XIII DPR itu ingin meningkatkan budaya membaca dan menulis di parlemen.
Pihak yang disasar Willy yaitu office boy (OB), petugas keamanan dalam (pamdal) lingkungan Kompleks Parlemen, hingga sopir para anggota DPR.
“Niat baik membangun literasi bisa dimulai dari hal-hal yang ada di sekitar kita, untuk orang-orang di lingkungan kita sendiri,” kata Willy melalui keterangan tertulis, Jumat, 26 Juni 2026.
Baca Juga :
Rumah Baca Langit Berdiri di Tengah Keterbatasan Akses Literasi
Dalam Talkshow bertajuk Literasi Budaya untuk Demokrasi: Merawat Kearifan, Menguatkan Kebangsaan, Willy mengusulkan sesuatu yang sederhana namun penuh makna. Yakni, Pojok Baca di basement, area parkir, di tempat istirahat para OB, pamdal, dan karyawan DPR.Menurut dia, ruang-ruang yang selama ini hanya menjadi tempat transit bisa menjelma menjadi jendela pengetahuan yang accesable. Fasilitas tersebut terbuka bagi siapa saja tanpa memandang seragam yang mereka kenakan.
“Memang para pemimpin sidang di DPR ini bisa lancar berkat siapa jika bukan karena pengamanan para Pamdal? Memang kerja para TA bisa selancar apa jika beberapa kebutuhannya tidak ditopang oleh para OB?” ungkap Willy.
.jpeg)
Anggota DPR dari Fraksi NasDem, Willy Aditya, membagikan diari kepada para OB, pamdal, dan pegawai di DPR. Foto: Istimewa.
Langkah awal yang dilakukan Willy tak sekedar menyediakan buku bacaan. Dia juga membagikan buku diari (buku harian) kepada para petugas kebersihan, petugas keamanan, dan karyawan DPR RI yang hadir.
“Bukan buku tebal berisi teori. Hanya sebuah buku catatan kecil dengan harapan besar bahwa menulis, seperti membaca, bisa menjadi kebiasaan yang tumbuh dari keseharian,” kata Willy.
Willy mengungkapkan alasan memberikan diari. Menurut dia, literasi bukan sekadar membaca.
"Literasi adalah pengetahuan yang memadai tentang sesuatu hal. Karena itulah dibutuhkan juga menulis agar tumbuh dialektika di dalam pikiran kita. Itulah sejatinya literasi,” ujar Willy.