Ratusan orang menggelar demonstrasi di Stockholm, Swedia, untuk memprotes operasi militer Israel di Gaza dan Lebanon. (Anadolu Agency)
Demonstrasi Pro-Palestina di Stockholm Desak Israel Hentikan Operasi di Gaza
Willy Haryono • 14 June 2026 18:08
Stockholm: Ratusan orang menggelar aksi demonstrasi di pusat Kota Stockholm, Swedia, pada Sabtu, 13 Juni 2026, untuk memprotes operasi militer Israel di wilayah Palestina dan Lebanon.
Aksi yang berlangsung di Odenplan Square itu diselenggarakan oleh sejumlah kelompok masyarakat sipil. Para peserta menyuarakan penolakan terhadap operasi militer Israel di Jalur Gaza, Tepi Barat, serta Lebanon.
Dilansir dari Middle East Monitor, Minggu, 14 Juni 2026, massa membawa berbagai spanduk bertuliskan pesan-pesan yang menyoroti dampak konflik terhadap warga sipil, termasuk anak-anak, fasilitas pendidikan, dan layanan kesehatan.
Mereka juga menyerukan penghentian operasi militer di Gaza serta mendesak pemerintah Swedia menghentikan penjualan senjata kepada Israel.
Dalam aksi tersebut, para peserta menyampaikan kekhawatiran terhadap kondisi kemanusiaan yang terus memburuk di kawasan konflik.
Sejumlah spanduk yang dibawa demonstran menyinggung korban sipil, serangan terhadap sekolah dan rumah sakit, serta persoalan kekurangan pangan yang dialami warga di wilayah terdampak perang.
Selain warga Swedia, sekelompok peserta asal Iran juga turut bergabung dalam demonstrasi dan menyampaikan kritik terhadap kebijakan Amerika Serikat dan Israel di Timur Tengah.
Kritik terhadap Dukungan Barat
Salah satu peserta aksi, aktivis Swedia keturunan Azerbaijan Aydin Amir Hashimi, menilai operasi Israel tidak akan dapat berlangsung tanpa dukungan dari negara-negara Barat.Menurut Hashimi, dukungan tersebut tidak hanya bersifat politik, tetapi juga mencakup aspek logistik dan diplomatik. Ia juga mengkritik berbagai kebijakan yang menurutnya membatasi gerakan solidaritas terhadap Palestina di sejumlah negara Barat.
Meski menghadapi tekanan dan kritik, Hashimi mengatakan para aktivis akan terus menyuarakan dukungan terhadap rakyat Palestina.
"Kami sangat sedih melihat apa yang terjadi dan tidak akan melupakan penderitaan rakyat Palestina," ujarnya.
Demonstrasi tersebut berlangsung di tengah meningkatnya perhatian internasional terhadap perkembangan konflik di Gaza dan kawasan Timur Tengah dalam beberapa bulan terakhir.
Baca juga: Survei Global Perception 2026: Israel Jadi Negara dengan Persepsi Paling Negatif