Harga Minyak Dunia Melonjak Lagi Lebih dari 6%

Ilustrasi harga minyak naik. Foto: Anadolu.

Harga Minyak Dunia Melonjak Lagi Lebih dari 6%

Husen Miftahudin • 12 March 2026 08:27

Houston: Harga minyak dunia kembali naik tajam pada perdagangan awal Asia Kamis setelah laporan menunjukkan dua kapal tanker diserang di perairan Irak. Kondisi ini membuat pasar sebagian besar tetap waspada atas gangguan pasokan akibat perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.

Mengutip Investing.com, Kamis, 12 Maret 2026, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka sebagai harga patokan pasar domestik Amerika Serikat (AS) untuk kontrak beli atau jual di masa depan, naik sebanyak 6,5 persen menjadi USD91,58 per barel.

Laporan media menunjukkan dua kapal tanker minyak internasional diserang di Teluk Persia utara dekat Irak dan Kuwait. Rekaman kejadian tersebut, yang dibagikan secara daring, menunjukkan kapal-kapal tanker tersebut dilalap api, dengan saluran-saluran Irak mengaitkan serangan itu dengan Iran.

Serangan itu terjadi sebagai babak terbaru permusuhan dalam konflik Iran, yang menunjukkan sedikit tanda-tanda mereda saat memasuki hari ketiga belas berturut-turut pada Kamis.

Serangan terhadap kapal tanker minyak memicu kekhawatiran yang meningkat atas gangguan pasokan yang disebabkan oleh perang, terutama karena Iran memperingatkan tidak ada minyak mentah yang akan melewati Selat Hormuz, jalur pelayaran utama. Negara itu memblokir jalur tersebut, yang mencakup sekitar 20 persen pasokan minyak global, pada awal pekan ini.
 

Baca juga: Geopolitik Timur Tengah Bayangi Harga Emas dan Minyak 2026


(Ilustrasi pergerakan harga minyak. Foto: dok ICDX)
 

Harga minyak masih terkendali


Meskipun demikian, harga minyak tetap terkendali di bawah level tertinggi mingguan karena beberapa negara turun tangan untuk mengimbangi potensi guncangan pasokan. Laporan menunjukkan Badan Energi Internasional (IEA) bersiap untuk melepaskan rekor 400 juta barel minyak dari cadangan strategisnya.

Presiden AS Donald Trump juga mengatakan negara itu akan melepaskan 172 juta barel minyak dari cadangan minyak strategis untuk membantu membatasi guncangan energi akibat perang Iran.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)