AS Perintahkan Sebagian Staf Kedutaan Besar untuk Tinggalkan Arab Saudi

Asap dari lokasi gedung kedutaan besar AS di Riyadh, Arab Saudi, yang terkena serangan Iran. (Anadolu Agency)

AS Perintahkan Sebagian Staf Kedutaan Besar untuk Tinggalkan Arab Saudi

Willy Haryono • 9 March 2026 14:01

Washington: Pemerintah Amerika Serikat memerintahkan staf kedutaan besar yang tidak memiliki tugas darurat untuk pergi meninggalkan Arab Saudi bersama keluarga masing-masing.

Keputusan tersebut diumumkan Departemen Luar Negeri AS pada Minggu, 8 Maret 2026, sebagai langkah pencegahan di tengah meningkatnya risiko keamanan di kawasan.

Dalam pernyataan singkatnya, Departemen Luar Negeri AS menyebut langkah tersebut diambil untuk melindungi keselamatan warga negara Amerika dan staf diplomatik. Pemerintah tidak menjelaskan secara rinci ancaman keamanan yang melatarbelakangi keputusan tersebut.

Dilansir dari media TRT World, Senin, 9 Maret 2026, kebijakan pengurangan personel non-esensial biasanya dilakukan Amerika Serikat ketika suatu negara menghadapi potensi risiko keamanan. Langkah ini tetap mempertahankan staf diplomatik utama agar operasional misi kedutaan tetap berjalan.

Sementara itu, pemerintah Arab Saudi melaporkan dua orang tewas dan 12 lainnya terluka setelah sebuah proyektil jatuh di Provinsi Al Kharj pada Minggu, 8 Maret 2026. Insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Timur Tengah.

Situasi memanas sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar terhadap Iran pada 28 Februari yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. Iran kemudian membalas serangan ke Israel dan sejumlah negara Teluk tempat berdirinya sejumlah aset militer AS.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebelumnya telah meminta maaf kepada negara-negara Teluk atas serangan yang terjadi. Namun ia juga menegaskan bahwa Iran akan merespons jika wilayah negara lain digunakan untuk menyerang negaranya, dengan mengatakan Iran akan terpaksa merespons jika hal tersebut terjadi. (Keysa Qanita)

Baca juga:  Trump Sebut Keputusan Mengakhiri Perang Iran Akan Dibahas Bersama Israel

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)