Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir memberikan keterangan pers di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta, Rabu (25/2/2026). ANTARA/Aria Cindyara
Kapolri Atensi Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus
Siti Yona Hukmana • 13 March 2026 16:56
Jakarta: Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memberikan atensi khusus atas kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Hal ini disampaikan Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Johnny Eddizon Isir.
"Bapak Kapolri selaku pimpinan Polri telah memberikan atensi khusus terhadap penanganan dan pengungkapan kasus ini," kata Johnny di Jakarta, dilansir Antara, Jumat, 13 Maret 2026.
Johnny mengatakan Polri telah melakukan berbagai langkah, khususnya penanganan tempat kejadian perkara serta beberapa rangkaian tindakan penyelidikan. Penanganan ini didasari Laporan Polisi Model A Nomor: 222/III/2026/Satreskrim/Restro Jakarta Pusat/Polda Metro Jaya tentang adanya tindak pidana penganiayaan berat, sebagaimana Pasal 467 ayat (2) dan/atau 468 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Johnny mengatakan saat ini sedang dilakukan pendalaman terhadap para saksi. Polri memastikan proses penyelidikan dan penyidikan sebagai bagian dari penegakan hukum, akan dilakukan berbasis ilmiah. Johnny mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait peristiwa ini untuk menyampaikan laporan kepada Polri.
"Kami pastikan warga yang memberikan informasi tetap kami berikan perlindungan," ungkap jenderal polisi bintang dua itu.
Mantan Kapolda Papua Barat itu turut mendoakan agar korban bisa dapat segera pulih dan kasus ini bisa segera terungkap. "Kami mengajak seluruh masyarakat, kita berdoa semoga proses ini dapat segera mendapat titik terang, terungkap siapa pelaku dan tertangkap pelakunya sehingga terang benderang, termasuk motif," ujaer Johnny.
.jpg)
Ilustrasi police line/Medcom.id
Sebelumnya, Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal hingga mengakibatkan luka pada bagian tangan dan kaki, serta gangguan pada penglihatan. Peristiwa tersebut terjadi sesaat setelah Andrie selesai melakukan rekaman siniar (podcast) di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) yang membahas topik militerisme dan judicial review Undang-Undang (UU) TNI.
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun korban tengah mengendarai sepeda motor di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat sekitar pukul 23.37 WIB. Dua pelaku yang menggunakan sepeda motor kemudian mendekati korban dan menyiramkan air keras sebelum melarikan diri.
Akibat serangan tersebut korban mengalami luka bakar pada sekitar 24 persen bagian tubuh. Korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis darurat, terutama pada bagian mata yang terkena cairan tersebut.