Negara Hadir Lindungi Warga Papua, Aparat Gabungan Buru Pelaku Kekerasan

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto saat memberikan arahan dalam satu kesempatan.ANTARA/HO-Dok Pendam XVII/Cenderawasih.

Negara Hadir Lindungi Warga Papua, Aparat Gabungan Buru Pelaku Kekerasan

Fachri Audhia Hafiez • 24 July 2026 21:59

Yahukimo: Aksi kekerasan dan pembunuhan sejumlah warga sipil di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, kembali terjadi. Aparat gabungan TNI-Polri bergerak melakukan evakuasi, penyelidikan, hingga pengejaran terhadap pihak yang diduga terlibat.

“Warga sipil seharusnya dilindungi dan tidak menjadi sasaran tindakan kekerasan dalam kondisi apa pun,” kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto dikutip melalui keterangan tertulis, Jumat, 24 Juli 2026.
 


Dugaan kekerasan yang terjadi pada 20-22 Juli 2026 itu menimpa sepasang suami istri dan seorang perempuan dari Suku Unaukam. Saat ini, aparat keamanan masih mendalami informasi awal guna memastikan kronologi serta fakta lengkap di lapangan.

Penanganan kasus ini juga melibatkan Koops TNI Habema yang berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan penegakan hukum secara selektif dan terukur.

“Koops TNI Habema akan terus bekerja secara selektif, terukur, profesional, dan sesuai hukum untuk menghadirkan rasa aman bagi masyarakat serta memastikan para pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegas Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf Wirya Arthadiguna.


Ilustrasi TNI. Foto: Dok. Medcom.id.

Selain kasus pembunuhan warga sipil, aparat gabungan tengah mengusut gugurnya Brigadir Fredi Lukas Awes, anggota Satgas Operasi Damai Cartenz yang turut menjadi korban kekerasan di Yahukimo. Olah TKP, pengumpulan barang bukti, hingga pemeriksaan saksi terus dilakukan.

Masyarakat imbau untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta tidak mudah terpengaruh oleh isu atau informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

(Fachri Audhia Hafiez)