Pemerintah Sisir Jalanan di Jakarta untuk Cari Calon Siswa Sekolah Rakyat

Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberikan keterangan selepas dialog bersama calon siswa Sekolah Rakyat di Kompleks Lembaga Administrasi Negara (LAN), Jakarta, Rabu (22/4/2026) ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo

Pemerintah Sisir Jalanan di Jakarta untuk Cari Calon Siswa Sekolah Rakyat

Achmad Zulfikar Fazli • 22 April 2026 19:42

Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) melakukan langkah proaktif untuk mencari siswa Sekolah Rakyat. Kemensos akan menyisir kawasan pasar hingga perempatan jalan di Jakarta dan daerah sekitarnya, untuk menjaring anak terlantar atau putus sekolah agar dapat melanjutkan pendidikan.

"Kami melakukan penjangkauan lewat langkah proaktif dengan mendatangi titik-titik seperti perempatan jalan dan pasar. Kami mencari anak-anak usia sekolah yang seharusnya belajar, namun justru mengamen atau bekerja membantu orang tuanya," kata Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf selepas dialog bersama calon siswa Sekolah Rakyat di Kompleks Lembaga Administrasi Negara (LAN), Jakarta, dilansir dari Antara, Rabu, 22 April 2026.

Mensos menjelaskan penjangkauan langsung ke pusat-pusat keramaian di Jakarta dan sekitarnya, merupakan salah satu cara yang dilakukan tim petugas dari Kemensos bersama mitra strategis seperti BPS dan Dinas Sosial dalam beberapa waktu ke depan.

Tim petugas tersebut juga akan mendatangi rumah dari anak-anak yang keluarganya masuk kategori miskin dan terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

"Ini adalah bagian dari atensi Bapak Presiden Prabowo agar anak-anak yang putus sekolah, belum sekolah, tidak sekolah, berpotensi putus sekolah bisa dijangkau lewat sekolah rakyat ini. Itu intinya," ucap Mensos.

Kemensos menyampaikan sementara ini sudah menjangkau 77 anak yang memenuhi kriteria sebagai calon siswa Sekolah rakyat. Sebanyak 29 anak di antaranya ditemukan saat beraktivitas di jalanan.

Puluhan anak tersebut masih menjalani proses verifikasi kelengkapan data untuk diantarkan menjadi siswa Sekolah Rakyat.

Mensos menyebut  proses verifikasi dan penjangkauan ini ditargetkan rampung secepat mungkin agar anak-anak bisa mengikuti aktivitas belajar-mengajar pada tahun ajaran baru pada pertengahan Juli 2026.

"Ada 10 titik yang disiapkan untuk jadi Sekolah Rakyat di Jakarta dan sekitarnya yang akan menampung mereka," ucap Mensos Saifullah Yusuf.


Ilustrasi sekolah rakyat. Foto- Dok Metrotvnews.com

Baca Juga: 

77 Anak Telantar di Jakarta Lanjutkan Pendidikan lewat Sekolah Rakyat

Dalam hal ini pemerintah menyiapkan 10 titik Sekolah Rakyat rintisan yang memanfaatkan aset gedung milik berbagai instansi pemerintah di wilayah Jakarta dan daerah penyangga ibu kota yang telah dinyatakan layak oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

"Sepuluh titik ini bisa menampung tidak kurang dari 1.000 siswa. Kami bekerja sama dengan LAN, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pertanian, BNN, hingga memanfaatkan Tagana Center di Hambalang," ujar Mensos.

Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan akses pendidikan gratis, dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah (Desil 1-4) dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Program ini dirancang sebagai model pengentasan kemiskinan terpadu karena memadukan berbagai program unggulan pemerintah, seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG), Makan Bergizi Gratis (MBG), jaminan kesehatan PBI-JK, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta Program 3 Juta Rumah, bagi keluarga siswa penerima manfaat.

Kemensos sebagai penyelenggara teknis melaporkan sudah 166 titik Sekolah Rakyat rintisan yang tersebar di 38 provinsi, dengan kapasitas 15.900 siswa, didukung 2.400 guru, serta lebih dari 4.000 tenaga kependidikan di jenjang SD, SMP, dan SMA atau sederajat.

Selanjutnya, ada 101 Sekolah Rakyat permanen yang dibangun pemerintah tahun ini. Proyek itu menjadi bagian dari target besar pemerintah untuk membangun total 500 Sekolah Rakyat permanen hingga 2029.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)