Posko SAR Kapal Virgo Transport 8. (tangkapan layar)
Keluarga Penumpang Kapal Virgo Transport 8 Menanti Kabar di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin
Lukman Diah Sari • 13 September 2026 12:25
Banjarmasin: Keluarga penumpang Kapal Virgo Transport 8 menanti kabar di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu, 13 September 2026. Hingga kini, pencarian masih dilakukan Basarnas dan tim gabungan di perairan Laut Jawa.
Melansir Antara, sejumlah keluarga penumpang terlihat berkumpul di lobi terminal di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Mereka menunggu informasi terbaru mengenai keberadaan kapal yang membawa 243 orang tersebut.
Keluarga penumpang memilih menunggu di area lobi terminal sambil mengikuti perkembangan informasi terkait pencarian kapal. Sejumlah keluarga tampak datang dan berkumpul bersama kerabat lainnya di sekitar ruang tunggu penumpang, sementara aktivitas di terminal tetap berlangsung di tengah situasi pencarian dan pertolongan.

Beberapa keluarga korban dari kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 sedang menunggu di lobby terminal penumpang Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Minggu (13/9/2026). ANTARA/Gunawan Wibisono
Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana mengatakan, tim SAR dikerahkan untuk mencari Virgo Transport 8 setelah kapal tersebut dilaporkan hilang kontak saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin.
“Posisi terakhir kapal yang diterima berada sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin,” katanya dalam konferensi pers.
Dia mengatakan kapal dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 02.00 Wita, Minggu, 13 September 2026, setelah sebelumnya menghadapi kondisi cuaca buruk dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin.
“Kami terus melakukan upaya pencarian dan pertolongan berdasarkan informasi terakhir yang kami terima,” kata dia.
Sementara itu, sejumlah mobil ambulans dari relawan emergency gabungan disiagakan di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin sebagai langkah antisipasi apabila penumpang berhasil dievakuasi dari kapal dan membutuhkan penanganan medis. Ambulans tersebut disiapkan untuk mempercepat proses evakuasi korban.
“Kami juga menyiapkan unsur pendukung untuk penanganan apabila nantinya ada korban yang membutuhkan evakuasi medis,” jelas dia.