Pondok pesantren. Foto: MI/Abdus Syukur
Program Pesantren Ramah Anak Diperkuat
Ficky Ramadhan • 12 May 2026 21:11
Jakarta: Kementerian Agama (Kemenag) memperkuat upaya menciptakan lingkungan pendidikan Islam, yang aman dan inklusif melalui program Pesantren Ramah Anak. Program ini tidak hanya menitikberatkan pada penyediaan fasilitas fisik, tetapi membentuk budaya dan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang santri.
Sekretaris Jenderal Kemenag, Kamaruddin Amin mengatakan pesantren yang ramah anak dibangun dari lingkungan yang aman. Termasuk, nyaman dan penuh keteladanan dari seluruh unsur di dalamnya.
"Pesantren yang ramah anak lahir dari lingkungan yang aman, hangat, dan penuh keteladanan. Sebagai fasilitator, kita harus memiliki kapabilitas yang baik untuk menjadi teladan bagi tenaga kependidikan di lingkungan pesantren," kata Kamaruddin, Selasa, 12 Mei 2026.
Ia menegaskan, penguatan kapasitas dan pembinaan serupa akan terus dilakukan secara berkala agar pesantren mampu menjadi ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi intelektual, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Menurut Kamaruddin, Kemenag ingin memastikan seluruh santri memperoleh perlindungan yang optimal selama menjalani pendidikan di pesantren.
"Semoga ikhtiar ini memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan ruang pendidikan yang melindungi, mendidik, dan menumbuhkan generasi dengan baik," ujarnya.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, Kementerian Agama terus memperluas penerapan program Pesantren Ramah Anak melalui penguatan regulasi, peningkatan kapasitas pengasuh pesantren, hingga penyusunan panduan nasional pesantren ramah anak. Langkah itu dilakukan agar pesantren dapat menjadi ruang tumbuh yang aman, sehat, dan bermartabat bagi para santri.
Kamaruddin juga berharap pesantren benar-benar dapat menjadi rumah kedua bagi santri, dengan kasih sayang sebagai fondasi utama dalam proses pendidikan.
.jpeg)
Pondok pesantren. Foto: MI/Abdus Syukur
"Pesantren harus menjadi rumah kedua yang penuh kasih sayang, tempat tumbuhnya generasi yang cerdas secara spiritual, intelektual, dan emosional," tegasnya.
Melalui program Pesantren Ramah Anak, Kementerian Agama menekankan pentingnya menghadirkan pendidikan yang menempatkan nilai kemanusiaan dan keadaban sejalan dengan penguasaan ilmu agama maupun pengetahuan umum demi masa depan santri yang sehat dan bermartabat.