Pasukan Indonesia yang bertugas untuk UNIFIL. Foto: Kemenlu RI
Tiga Prajurit TNI Turut Terluka dalam Serangan Israel di Markas UNIFIL
Fajar Nugraha • 30 March 2026 11:48
Jakarta: Selain menewaskan satu prajurit TNI, serangan artileri Israel yang mengenai markas United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) juga melukai tiga anggota TNI lainnya.
“Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya satu personel pemelihara perdamaian Indonesia dan tiga personel lainnya terluka,” pernyataan Kemlu RI dikutip dari platform X, Senin 30 Maret 2026.
“Insiden terjadi di tengah laporan saling serang antara militer Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon selatan. Indonesia mengecam keras insiden tersebut dan menyerukan dilakukannya penyelidikan yang menyeluruh dan transparan,” imbuh pernyataan itu.
“Indonesia sangat berduka atas kehilangan ini. Kami memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada personel yang gugur atas dedikasi dan pengabdiannya bagi perdamaian dan keamanan internasional,” sebut pernyataan pihak Kemlu RI.
Kemlu juga menyampaikan doa dan simpati bersama keluarga yang ditinggalkan, serta mendoakan pemulihan sepenuhnya bagi personel yang terluka.
Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan UNIFIL untuk memastikan repatriasi jenazah dilakukan segera serta memberikan perawatan medis terbaik bagi yang terluka.
“Keselamatan dan keamanan personel pemelihara perdamaian PBB harus senantiasa dihormati sepenuhnya, sesuai dengan hukum internasional. Setiap tindakan yang membahayakan peacekepeer tidak dapat diterima dan mengganggu upaya bersama dalam menjaga perdamaian dan stabilitas,” tegas Kemlu. Indonesia kembali mengecam keras serangan Israel di Lebanon selatan dan menyerukan kepada seluruh pihak untuk menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon, menghentikan serangan yang membahayakan warga dan infrastruktur sipil, serta kembali pada dialog dan diplomasi guna mencegah eskalasi lebih lanjut dan mewujudkan perdamaian.
Selain itu, Indonesia terus berkoordinasi erat dengan PBB dan otoritas terkait, serta akan terus memantau perkembangan situasi secara seksama.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com