Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi. Foto: Anadolu
Jepang Tegaskan Belum Ada Keputusan Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz
Muhammad Reyhansyah • 16 March 2026 18:05
Tokyo: Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan negaranya belum menerima permintaan dari Amerika Serikat (AS) untuk mengirim kapal perang guna mengawal kapal di Selat Hormuz.
Berbicara di parlemen pada Senin, 16 Maret 2026, Takaichi menyebut masih sulit memberikan jawaban terkait kemungkinan pengerahan kapal militer Jepang ke kawasan tersebut.
“Sulit bagi kami untuk memberikan jawaban saat ini,” kata Takaichi, seperti dikutip Anadolu, Senin, 16 Maret 2026.
Ia menambahkan pemerintah Jepang sedang mempertimbangkan langkah yang dapat diambil untuk melindungi kapal-kapal yang terkait dengan Jepang serta keselamatan awaknya, sesuai dengan batasan hukum nasional.
“Kami sedang mempertimbangkan apa yang dapat kami lakukan untuk melindungi kapal yang berkaitan dengan Jepang serta keselamatan awaknya dalam kerangka hukum Jepang,” ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengusulkan agar sejumlah negara, termasuk Jepang, mengerahkan kapal perang untuk bergabung dengan angkatan laut AS dalam mengamankan jalur pelayaran strategis tersebut.
Selat Hormuz menjadi pusat perhatian pasar energi global setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan penutupan jalur tersebut bagi sebagian besar kapal.
Langkah tersebut diambil di tengah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari.
Sebelum konflik terjadi, sekitar 20 juta barel minyak melintasi Selat Hormuz setiap hari. Gangguan terhadap jalur tersebut telah mendorong kenaikan harga minyak global.
Serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejauh ini dilaporkan menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta sejumlah negara Teluk yang menampung aset militer Amerika Serikat.