Serangan drone Rusia menewaskan sedikitnya 27 orang di dekat Kyiv, Ukraina. (Anadolu Agency)
Serangan Drone Rusia Tewaskan 27 Orang Dekat Kyiv, Ukraina Siapkan Balasan
Willy Haryono • 29 August 2026 17:36
Kyiv: Sedikitnya 27 orang tewas setelah serangan drone Rusia menghantam sebuah gudang di dekat Kyiv, Ukraina, pada Sabtu, 29 Agustus 2026, menurut keterangan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Zelensky mengatakan drone tersebut menghantam gudang di Desa Myla, dekat Kyiv. Sejumlah bangunan tempat tinggal di sekitar lokasi mengalami kerusakan parah, termasuk fasilitas perawatan bagi warga lanjut usia dan penyandang disabilitas.
Lebih dari 370 orang telah dievakuasi, sementara layanan darurat masih melakukan penanganan di lokasi.
Menurut Zelensky, gudang tersebut diduga digunakan untuk menyimpan amunisi. Ledakan terjadi setelah serangan drone menghantam lokasi tersebut.
Kepolisian kemudian menyelidiki alasan amunisi disimpan di dekat kawasan permukiman, yang menurut Zelensky dilarang. Proses hukum atas dugaan kelalaian juga telah dimulai.
"Orang-orang yang memungkinkan hal ini terjadi harus dimintai pertanggungjawaban atas keputusan mereka," kata Zelensky, seperti dikutip dari Politico.
Ukraina Siapkan 1.000 Drone per Hari
Zelensky mengatakan Rusia kini melancarkan serangan hampir tanpa henti terhadap Kyiv menggunakan drone bermesin jet.Dalam pidato video pada Jumat malam, ia mengakui Ukraina perlu mempercepat produksi rudal pencegat yang dapat digunakan untuk menembak jatuh drone Shahed bermesin jet rancangan Iran.
Di tengah peningkatan serangan Rusia, Ukraina berencana meningkatkan penggunaan drone jarak jauh untuk menyerang sasaran di wilayah Rusia.
Zelensky mengatakan Kyiv menargetkan peluncuran hingga 1.000 drone jarak jauh ke Rusia setiap hari, naik dari rata-rata sekitar 300 drone saat ini. "Harus ada lebih banyak serangan," tegasnya.
Menurutnya, serangan drone jarak jauh diperlukan untuk meningkatkan tekanan terhadap Rusia dan membuat masyarakat Rusia merasakan dampak perang secara lebih langsung.
Kondisi Ekonomi Rusia
Zelensky juga menyoroti sejumlah indikasi tekanan terhadap perekonomian Rusia. Salah satunya adalah langkah Rusia mengimpor bensin, sesuatu yang dinilai tidak lazim bagi salah satu negara eksportir minyak terbesar dunia.Ia juga mengatakan perwakilan Amerika Serikat telah memberikan informasi kepada Ukraina mengenai kunjungan Direktur CIA John Ratcliffe ke Moskow.
Menurut Zelensky, Ratcliffe memperingatkan pejabat Rusia agar tidak meningkatkan konflik dengan negara-negara anggota NATO.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Amerika Serikat atas "nada yang diperlukan" dalam pembicaraan tersebut.
Sementara itu, Ukraina terus menghadapi tantangan dalam memperkuat pertahanan udara untuk menghadapi peningkatan serangan drone Rusia, khususnya drone bermesin jet yang dinilai lebih sulit dicegat.
Baca juga: Zelensky Sebut Rusia Siap Mobilisasi 300 Ribu Pasukan Baru untuk Perang Ukraina