Jurus BI Jaga Stabilitas Rupiah, dari Insentif Likuiditas hingga Vastra

Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia (BI) Desty Damayanti. Foto: dok BI.

Jurus BI Jaga Stabilitas Rupiah, dari Insentif Likuiditas hingga Vastra

Andika Fauzan Azhari • 26 August 2026 15:08

Jakarta: Bank Indonesia (BI) memperkuat kombinasi strateginya guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta memperdalam pasar keuangan domestik. Langkah ini dilakukan melalui perluasan insentif likuiditas hingga optimalisasi transaksi di pasar valuta asing (valas).
 
Pejabat Gubernur Sementara BI Destry Damayanti menyampaikan bahwa perluasan kebijakan insentif dan instrumen pendukung lainnya difokuskan untuk menarik modal asing serta memperkuat likuiditas di pasar uang nasional.
 
"Bank Indonesia juga akan terus memperluas kebijakan insentif dan sejumlah kebijakan lain untuk meningkatkan aliran masuk modal asing dan memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah," ujar Destry dikutip dari Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026.
 
Ia menuturkan, kebijakan tersebut diharapkan dapat mengurangi segmentasi likuiditas di pasar perbankan sekaligus mempercepat pendalaman pasar uang dan valas melalui diversifikasi valuta asing domestik.
 

 

Perkenalkan instrumen hedging vastra

 
BI juga memperkenalkan instrumen transaksi lindung nilai (hedging) di pasar valas bernama Valas Transaksi Mitra (Vastra). Instrumen tersebut dirancang untuk mempermudah investor global melakukan transaksi lindung nilai melalui bank mitra.
 
Deputi Gubernur BI Thomas Djiwandono menjelaskan, Vastra merupakan skema transaksi lindung nilai (hedging) di pasar valas yang dirancang khusus untuk mempermudah investor global.
 
"Satu lagi kebijakan dari pasar uang dan pasar valas, yaitu transaksi lindung nilai pasar valas melalui bank mitra, atau yang kami namakan Vastra. Instrumen hedging di mana kami membuka jalur untuk investor global dapat melakukan transaksi hedging dengan mudah," kata Thomas.


(Ilustrasi kurs rupiah terhadap dolar AS. Foto: dok MI/Susanto)
 

Vastra terhubung dengan portofolio investasi

 
Thomas menjelaskan transaksi Vastra didukung portofolio investasi berbasis rupiah. Instrumen yang menjadi pendukung antara lain Surat Berharga Negara (SBN), Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), dan Surat Valas Bank Indonesia (SUVBI).
 
Skema tersebut ditujukan untuk menjawab tantangan yang dihadapi investor global, termasuk perbedaan zona waktu dan keterbatasan akses ke pasar keuangan domestik.
 
Vastra juga akan terintegrasi dengan instrumen lindung nilai BI lainnya, seperti Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dan Swap Bank Indonesia.
 
Dengan kombinasi kebijakan insentif likuiditas dan instrumen pasar valas tersebut, BI memperkuat upaya menjaga stabilitas rupiah sekaligus mendorong pendalaman pasar keuangan domestik.

(Husen Miftahudin)