Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (kedua dari kiri) dan tokoh muslim Indonesia, Din Syamsuddin (kedua dari kanan). Foto: Dok. Istimewa.
GIHES 2026 sebagai Fondasi Pendidikan Holistik Berbasis Pesantren
Fachri Audhia Hafiez • 27 August 2026 21:56
Jakarta: Penyelenggaraan Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026 menuai dukungan dari sejumlah tokoh. Forum internasional yang dinilai strategis untuk memperkuat sistem pendidikan dengan pendekatan holistik berbasis tradisi pesantren tersebut, dijadwalkan berlangsung pada 5–6 September 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta.
"Penyelenggaraan GIHES ini memiliki urgensi yang sangat strategis. Kita perlu memastikan bahwa agenda GIHES ini benar-benar menjadi fondasi yang kokoh dalam membangun dunia pendidikan holistik di Indonesia, sebuah sistem yang tidak hanya mencerdaskan otak, tapi juga membentuk karakter dan akhlak," kata Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) dikutip melalui keterangan tertulis, Kamis, 27 Agustus 2026.
Dia menegaskan pentingnya mengambil inspirasi dari sistem pendidikan yang telah lama berkembang di Tanah Air. Dunia pesantren dinilai perlu dilirik.
"Kita harus ingat bahwa pesantren telah eksis dan menjadi pusat peradaban ilmu jauh sebelum Indonesia merdeka," ujar Hidayat.
Tokoh muslim Indonesia, Din Syamsuddin, mengatakan pendidikan holistik merupakan kebutuhan mendesak. Pendidikan ini tidak boleh memisahkan nilai spiritual dan kemanusiaan.
"Pendidikan yang holistik adalah kebutuhan mendesak bagi bangsa ini. Melalui GIHES, kita ingin menegaskan kembali bahwa pendidikan tidak boleh dipisahkan dari nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan yang utuh. Agenda ini harus mampu merumuskan arah baru pendidikan yang lebih menyeluruh bagi generasi mendatang," ungkap Din.
Ia juga menambahkan bahwa akar pendidikan pesantren Indonesia sudah teruji oleh waktu dan layak dijadikan acuan utama.
"Pesantren adalah akar pendidikan asli Indonesia yang sudah teruji zaman sejak masa pra-kemerdekaan. GIHES harus menjadikan model pesantren yang adaptif ini sebagai rujukan utama dalam mengembangkan kurikulum pendidikan holistik di Indonesia," ucap Din.
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (kedua dari kiri) dan tokoh muslim Indonesia, Din Syamsuddin (kedua dari kanan). Foto: Dok. Istimewa.Sementara itu, Ketua Panitia GIHES KH Anang Rikza Mashadi menyampaikan ajakan terbuka kepada seluruh pemangku kepentingan pendidikan Islam untuk hadir dalam gelaran ini.
"Dalam rangka satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor, kami mengundang dan mengharapkan partisipasi serta kehadiran para pemangku pendidikan Islam, lembaga-lembaga Islam, para rektor, para dekan universitas, dan para pelaku pendidikan lembaga Islam untuk menghadiri GIHES 2026," ujar Anang.
Penyelenggaraan GIHES 2026 menjadi bagian integral dari peringatan bersejarah satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Forum ini diharapkan dapat mentransformasi pendidikan nasional dengan mengintegrasikan keunggulan karakter pesantren dan kebutuhan era modern.