Kondisi rumah warga di sekitar lokasi ledakan yang diduga dari bom ikan di Kampung Cisarua, Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten. ANTARA/HO-Polda Banten
Nelayan Tewas Diduga karena Ledakan Bom Ikan di Banten
Siti Yona Hukmana • 27 August 2026 10:55
Jakarta: Seorang nelayan tewas diduga berasal dari bom ikan di Kampung Cisarua, Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten. Polda Banten tengah menyelidiki peristiwa tersebut.
"Saat ini Tim Gegana Satbrimob Polda Banten masih melakukan sterilisasi untuk selanjutnya dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Tim INAFIS Ditreskrimum Polda Banten," kata Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, melalui keterangannya di Serang, dilansir Antara, Kamis, 27 Agustus 2026.
Ia menjelaskan langkah sterilisasi dan olah TKP dilakukan petugas kepolisian guna mengumpulkan barang bukti terkait ledakan. Berdasarkan data sementara, ledakan terpusat di rumah korban MA.

Kondisi rumah warga di sekitar lokasi ledakan yang diduga dari bom ikan di Kampung Cisarua, Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten. ANTARA/HO-Polda Banten
Selain menelan korban jiwa, guncangan akibat ledakan mengakibatkan dua rumah warga di sekitar lokasi itu mengalami kerusakan. Pihak Polda Banten turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya korban dalam peristiwa tersebut.
Saat ini, korban IY yang mengalami luka berat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Panimbang, Pandeglang. Terkait insiden ini, Maruli secara khusus mengimbau masyarakat, terutama para nelayan agar berhenti meracik atau menggunakan bahan peledak dengan alasan apa pun, termasuk menangkap ikan.
"Selain dapat merusak lingkungan, penggunaan bahan peledak sangat membahayakan keselamatan. Ingat, satu tindakan yang tidak tepat dapat membahayakan diri sendiri, keluarga maupun orang lain. Keselamatan harus menjadi prioritas utama," kata Maruli.