Ketua DPR Puan Maharani. Foto: Dok. Istimewa.
Puan Menyoroti Minimnya Faktor Keselamatan Transportasi Laut Nasional
Fachri Audhia Hafiez • 4 August 2026 09:46
Jakarta: Ketua DPR Puan Maharani menyoroti minimnya faktor keselamatan dan keamanan transportasi laut. Penekanan ini disampaikan menyusul maraknya insiden kecelakaan kapal laut, termasuk kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di Perairan Sumenep, Madura, yang menewaskan lima penumpang.
“Insiden ini harus menjadi pengingat bahwa ternyata faktor keamanan transportasi laut di Indonesia masih minim,” kata Puan dikutip melalui keterangan tertulis, Selasa, 4 Agustus 2026.
Baca Juga :
Puan turut menyoroti berbagai laporan penyebab kecelakaan yang didominasi kelalaian unsur keselamatan. Pada kebakaran KM Mutiara Sentosa II, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengakui adanya kesimpangsiuran manifes serta mendalami dugaan tidak tersedianya sekoci penyelamat.
“Persoalan manifes kapal yang berbeda dengan penumpang yang ada di lapangan menjadi persoalan yang terus menerus kita temukan. Harus ada evaluasi mendalam mengenai persoalan ini,” tegas Puan.
Menurut Puan, maraknya kecelakaan harus menjadikan keselamatan pelayaran sebagai agenda nasional yang menyangkut perlindungan hak dasar masyarakat.
“Masyarakat menggunakan kapal laut bukan karena pilihan gaya hidup, tetapi karena kebutuhan. Bagi jutaan warga di wilayah kepulauan, transportasi laut merupakan satu-satunya akses menuju layanan kesehatan, pendidikan, perdagangan, maupun aktivitas ekonomi,” kata Puan.
Dia mendorong pemerintah menetapkan target nasional penurunan angka kecelakaan transportasi laut beserta evaluasi berkala. Hal ini penting agar setiap lembaga, kementerian, operator, dan regulator memiliki tanggung jawab yang terukur.
“Indonesia sebagai negara kepulauan harus mampu menghadirkan sistem transportasi yang bukan hanya untuk menghubungkan antarpulau, tetapi juga menjamin bahwa setiap perjalanan berlangsung dengan standar keselamatan yang memberikan rasa aman bagi seluruh rakyat,” kata Puan.
.jpg)
KM Mutiara Sentosa 2 terbakar di Perairan Sumenep, Jawa Timur. Foto: Metro TV/Khairul Anwar.
Dunia transportasi laut nasional kembali menjadi sorotan setelah KM Mutiara Sentosa II terbakar di Perairan Sumenep, Madura, pada 2 Agustus 2026. Kebakaran di tengah pelayaran rute Surabaya–Makassar tersebut memicu kepanikan hingga penumpang nekat melompat ke laut dan menyebabkan lima orang tewas.
Hingga kini, Tim SAR masih mencari korban hilang, sementara 233 korban selamat telah dievakuasi hingga Senin, 3 Agustus 2026. Pemerintah juga terus memvalidasi perbedaan data manifes dengan temuan di lapangan.
Tragedi ini menambah panjang daftar kecelakaan laut. Sebelumnya pada 15 Juli 2026, Kapal Layar Motor (KLM) Nurul Salsa tenggelam di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.