Tim Inafis dan Identifikasi Polda Jawa Barat mengerahkan anjing pelacak (K9) untuk memburu jejak pelaku pembunuhan satpam Perum Jasa Tirta Dua Jatiluhur, Sumarna. Metro TV
Polisi Kerahkan K9 Buru Jejak Pelaku Pembunuhan Satpam Jatiluhur
Reza Sunarya • 31 July 2026 21:05
Purwakarta: Tim Inafis dan Identifikasi Polda Jawa Barat mengerahkan anjing pelacak (K9) untuk memburu jejak pelaku pembunuhan satpam Perum Jasa Tirta Dua Jatiluhur, Sumarna, di sekitar lokasi kejadian. Anjing pelacak tersebut menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi tempat pelaku mengakhiri nyawa korban.
Pengerahan K9 ini dilakukan menyusul ditemukannya sejumlah petunjuk baru dalam kasus kematian Sumarna, termasuk sidik jari di meja dan kaca pos satpam. Tim penyidik terus bekerja keras untuk memberikan kepastian hukum dalam kasus ini.
Dalam proses pelacakan, anjing K9 mulai mengendus dari pos satpam, lokasi penemuan mayat korban, serta sebuah saung yang diduga sempat digunakan oleh pelaku maupun korban. Polisi menggunakan barang bukti yang diduga milik korban untuk melacak jejak pelaku.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai hasil pelacakan menggunakan K9 milik Polda Jabar tersebut. Penyidik masih terus mengembangkan penyelidikan guna mengungkap identitas pelaku dan motif di balik pembunuhan satpam yang ditemukan tewas dengan tangan terborgol di tepi Danau Jatiluhur beberapa waktu lalu.
Sebelumnya, Satuan Reserse Kriminal Polres Purwakarta bersama Tim INAFIS Polda Jawa Barat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) ulang di lokasi tewasnya satpam dengan tangan terborgol di Waduk Jatiluhur, pada Jumat sore, 31 Juli 2026.
Olah TKP dikonsentrasikan di pos satpam Bendungan Tanggul Kayat, tempat korban berjaga sebelum ditemukan tewas. Tim INAFIS mencari jejak sidik jari orang asing yang tertinggal di pos tersebut, salah satunya sidik jari yang menempel di kaca pos satpam.
Selain itu, tim juga melakukan olah TKP di tepi danau, tepatnya di lokasi korban ditemukan tewas tenggelam dengan tangan dalam keadaan terborgol.
.jpg)
Ilustrasi Medcom.id
Kapolres Purwakarta, AKBP Febri Nurzam, mengungkapkan selain melakukan olah TKP ulang, polisi juga melakukan pendekatan kepada warga sekitar TKP untuk menggali keterangan tambahan. Hasilnya, polisi berhasil mengantongi beberapa informasi baru terkait aktivitas sebelum, saat, dan setelah kejadian pembunuhan.
“Apa yang Ibu dengar, apa yang Ibu lihat, apa yang Ibu ketahui, tolong disampaikan ke kami. Setidaknya bisa membantu keluarga korban cepat mendapatkan kepastian hukum,” kata Febri di lokasi, Jumat, 31 Juli 2026.
Dalam proses penyelidikan ini, polisi juga telah memeriksa rekaman CCTV milik warga yang terpasang di sekitar lokasi kejadian. Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai kronologi peristiwa dan pelaku yang terlibat.