Balap Lari Malam, Cara Polisi Rangkul Remaja Bintaro Lewat Olahraga

Fun Night Run. Foto: Metro TV/Athiyya Nurul Firjatillah.

Balap Lari Malam, Cara Polisi Rangkul Remaja Bintaro Lewat Olahraga

Athiyya Nurul Firjatillah • 8 March 2026 06:18

Jakarta: Suasana Jalan Taman Bintaro Barat, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, tampak berbeda pada Sabtu, 7 Maret dan Minggu dini hari, 8 Maret 2026. Alih-alih aksi balap liar yang meresahkan, ratusan remaja justru berkumpul tertib untuk menyalurkan hobi lari mereka dalam ajang bertajuk Fun Night Run. 

Inisiasi dari Polres Metro Jakarta Selatan ini hadir sebagai jawaban atas fenomena lari jalanan yang kerap mengabaikan keselamatan.

“Kita mengakomodasi hobi, tradisi, maupun kegiatan anak-anak muda atau remaja, khususnya di wilayah sekitar Bintaro ya. Di wilayah Bintaro, yaitu mengadakan lari malam dengan judul atau tema acara Fun Night Run,” ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes I Putu Yuni Setiawan saat memimpin apel persiapan di lokasi, Sabtu, 7 Maret 2026.
 


Meski sempat diguyur hujan sejak pukul 22.00 WIB, semangat para peserta tidak luntur di atas lintasan sepanjang 100 meter tersebut. Panitia menerapkan sistem kualifikasi yang ketat dan profesional untuk menyaring talenta-talenta muda dari kategori wanita hingga kelompok usia 12 hingga 18 tahun.

“Nah, misalkan dalam satu race ada 5, maka juara satu yang akan melanjutkan lari di kualifikasi kedua. Kualifikasi kedua sama, nanti juga akan hanya diambil satu pemenang. Nah, baru nanti di kualifikasi ketiga akan diambil dua pemenang, yaitu satu dan dua. Untuk nanti diadu atau dilombakan di final akan menemukan satu, dua, tiga, dan empat orang sebagai juara,” ungkap salah satu panitia saat menjelaskan teknis perlombaan kepada para peserta.

Kompetisi ini pun dibagi menjadi beberapa sesi untuk memastikan keteraturan. Kategori wanita menjadi pembuka, disusul oleh kategori remaja usia sekolah menengah. Petugas di lapangan terus bersiaga memastikan aturan main dijalankan secara adil dan aman bagi seluruh pelari.

“Pertama yang akan kita laksanakan adalah kategori dari wanita terlebih dahulu. Berikutnya nanti yang kedua adalah race di kategori kedua, yaitu usia 12 sampai 14 tahun. Berikutnya nanti kategori yang umur 15 sampai 18 dan yang terakhir atau yang paling senior,” tambah petugas di area start.


Fun Night Run. Foto: Metro TV/Athiyya Nurul Firjatillah.

Kapolsek Pesanggrahan Kompol Seala Syah Alam menegaskan bahwa pendekatan persuasif ini jauh lebih efektif daripada sekadar penertiban di jalanan. Dengan memberikan wadah resmi lengkap dengan piagam penghargaan dan hadiah uang tunai, kepolisian berharap tidak ada lagi aksi menutup jalan umum demi lari liar yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

“Untuk mewadahi remaja-remaja yang saat ini banyak ditemukan giat balap lari liar yang mengganggu ketertiban umum seperti menutup jalan dan tidak mengutamakan keselamatan,” tegas Kompol Seala Syah Alam kepada Metrotvnews.com.

Melalui Fun Night Run, polisi kini bukan lagi dipandang sebagai pihak yang membubarkan, melainkan mitra yang memfasilitasi mimpi dan energi muda di kawasan Bintaro.

Di sisi lain, turut dihadir anggota DPR sekaligus figur publik Uya Kuya bersama istrinya, Astrid Kuya. Kehadiran pasangan tersebut menambah semarak kegiatan olahraga malam yang diselenggarakan oleh jajaran kepolisian sebagai bagian dari upaya pembinaan remaja serta mempererat hubungan dengan masyarakat. Dalam kesempatan itu, Uya Kuya bahkan menambah hadiah bagi peserta lomba.

“Buat lomba malam ini, saya sama Astrid, saya tambah hadiahnya dua juta rupiah,” ujar Uya Kuya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)