Ayatollah Ali Khamenei Dibunuh Meski Tegaskan Senjata Nuklir Haram

Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ai Khamenei wafat dalam serangan AS-Israel. Foto: EFE

Ayatollah Ali Khamenei Dibunuh Meski Tegaskan Senjata Nuklir Haram

Muhammad Reyhansyah • 6 March 2026 05:43

Jakarta: Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menyatakan bahwa pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei telah mengeluarkan fatwa haram dalam pengembangan dan penggunaan senjata nuklir. 

Namun demikian, ia tetap dibunuh dalam serangan gabungan yang dilancarkan aliansi Amerika SerikatIsrael ke Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026.

“Musuh membunuh pemimpin agung kami dengan tuduhan sedang mencoba membangun senjata nuklir,” kata Dubes Boroujerdi dalam acara doa bersama atas wafatnya Ali Khamenei di kediamannya, Jakarta, Kamis, 5 Maret 2026.

“Beliau telah memiliki fatwa bahwa berbagai bentuk penyimpanan, produksi maupun penggunaan senjata nuklir adalah haram,” tambah Dubes Boroujerdi.

Dubes Boroujerdi juga menegaskan bahwa seluruh aktivitas nuklir Iran berada di bawah pengawasan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).
Ia menilai tuduhan terhadap Iran hanya dijadikan alasan untuk melancarkan serangan militer terhadap negara tersebut.

“Mereka hanya mencari dalih dan alasan untuk menyerang Iran,” ujar Dubes Boroujerdi.

Dubes Boroujerdi menggambarkan Khamenei sebagai sosok pemimpin yang selama hidupnya menentang berbagai bentuk terorisme, baik yang dilakukan oleh aktor negara maupun kelompok non-negara.

Ia secara khusus menuding Israel sebagai pihak yang selama ini melakukan terorisme berbasis negara.

“Beliau melawan terorisme yang berbasis negara seperti rezim Zionis Israel, maupun terorisme yang tidak berbasis negara,” katanya.

Menurut Dubes Boroujerdi, Khamenei dikenal sebagai pemimpin yang bersikap tegas terhadap Israel dan menolak segala bentuk kompromi dengan negara tersebut.

“Beliau percaya bahwa jika umat Muslim ingin menjadi umat yang mulia, maka mereka harus mengambil sikap tegas terhadap Zionis Israel,” pungkas Dubes Boroujerdi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)