Kematian Ayatollah Ali Khamenei Tutup Peluang Negosiasi Nuklir AS-Iran

Ilustrasi bendera Amerika Serikat dan Iran. (Anadolu Agency)

Kematian Ayatollah Ali Khamenei Tutup Peluang Negosiasi Nuklir AS-Iran

Willy Haryono • 1 March 2026 13:12

Jakarta: Rencana perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat (AS) berada di ambang kehancuran menyusul wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Perkembangan ini diperkirakan akan menutup peluang negosiasi nuklir antara AS dan Iran yang sebelumnya direncanakan berlangsung di Wina, Austria.

Kontributor Metro TV di Iran, Ismail Amin, melaporkan dalam program Breaking News Metro TV bahwa sebelum eskalasi konflik memuncak, terdapat rencana untuk melanjutkan negosiasi pada hari Senin di Wina. Pertemuan tersebut merupakan kelanjutan dari lima putaran pembicaraan sebelumnya yang bertujuan meredakan ketegangan.

Namun, Iran kini mengisyaratkan pembatalan seluruh agenda negosiasi tersebut. Teheran menilai Washington telah melanggar komitmen diplomatik, dengan tetap memberikan izin kepada Israel untuk melakukan serangan militer saat proses negosiasi masih berlangsung.

Amin mengatakan kematian Khamenei dipandang sebagai garis merah oleh Iran, yang membuat opsi perdamaian sulit diterima dalam waktu dekat.

Ia menambahkan bahwa pihak militer Iran telah menyatakan konflik saat ini berpotensi berlangsung lama.

Sebelumnya, Khamenei juga pernah memperingatkan bahwa serangan terhadap Iran dapat memicu perang regional yang lebih luas.

Dalam konteks tersebut, Iran telah menyatakan bahwa seluruh pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah kini menjadi target sah untuk serangan balasan.

Perkembangan ini menandai kemunduran signifikan dalam upaya diplomasi dan meningkatkan risiko konflik berkepanjangan di kawasan. (Kelvin Yurcel)

Baca juga:  Siapa Pengganti Ayatollah Ali Khamenei? Ini Mekanisme Suksesi Pemimpin Iran

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)