Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto (kedua kanan) meninjau pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik milik PT VKTR Teknologi Mobilitas, di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026). ANTARA/Prisca Triferna
Indonesia Optimistis Hadapi Krisis Global karena Punya Sumber Daya Kuat
Siti Yona Hukmana • 9 April 2026 15:31
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia dalam posisi optimis saat menghadapi berbagai macam tantangan akibat krisis global saat ini. Sebab, tanah air memiliki berbagai sumber daya yang kuat.
"Jadi di tengah dunia krisis, banyak negara cemas. Kita harus waspada, tapi kita optimis. Kita akan menghadapi tantangan beberapa bulan yang akan datang, tapi kita punya 'resources' (sumber daya), kita punya sumber-sumber yang sangat kuat, sangat banyak," kata Presiden Prabowo Subianto dalam peresmian pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik milik PT VKTR Teknologi Mobilitas, di Magelang, Jawa Tengah, dilansir Antara, Kamis, 9 April 2026.
Kepala negara juga menyampaikan apresiasi dan kebanggaan Indonesia memiliki kemampuan untuk memproduksi bus dan truk menggunakan energi listrik.
"Memang rencana kita, saya berharap pada 2028, kita akan produksi secara besar-besaran mobil sedan dari listrik. Jadi, sekarang sudah ada bus listrik, truk dari listrik dan kemampuannya juga cukup besar dan membanggakan," kata Prabowo.

Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato pada peresmian pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik milik PT VKTR Teknologi Mobilitas di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026). ANTARA/Youtube Sekretariat Presiden
Tidak hanya itu, dia menyampaikan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dalam produksi bus dan truk itu sudah mencapai 40 persen. "Dalam waktu sebentar lagi, mungkin dua tahun lagi akan menuju 60 persen. Dua tahun setelah itu, akan menuju 80 persen," ungkap Prabowo.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik milik PT VKTR Teknologi Mobilitas di Magelang, Jawa Tengah. Presiden mengatakan inisiatif tersebut sebagai tonggak penting dalam pengembangan industri nasional dan menyatakan akan terus memantau perkembangan proyek tersebut, termasuk memberikan dukungan apabila terdapat kendala.