Mensesneg Prasetyo Hadi. Foto: Dok. BPMI Sekretariat Presiden.
Pemerintah Siapkan Skema Lindungi Industri Plastik dari Gejolak Harga Dunia
Fachri Audhia Hafiez • 9 April 2026 00:15
Jakarta: Pemerintah tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk merespons kenaikan harga bahan baku plastik dan berbagai komoditas lain yang terdampak dinamika geopolitik global di Timur Tengah. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan, pemerintah fokus melakukan pemantauan intensif guna menyiapkan mitigasi agar dampak terhadap industri dalam negeri tidak semakin meluas.
"Kami pemerintah terus menerus setiap hari, kita memonitor seluruh komoditas yang terkena dampak terhadap kenaikan-kenaikan harga di dunia," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 8 April 2026.
Menurut Prasetyo, gejolak global yang memicu kenaikan harga energi berpengaruh langsung pada sektor industri plastik nasional, mengingat bahan bakunya masih bergantung pada impor.
Untuk itu, koordinasi lintas kementerian antara Kemenko Perekonomian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Perindustrian terus diperkuat guna mencari solusi atas tekanan harga tersebut.
Pemerintah juga berupaya menjaga stabilitas pasokan energi dan bahan baku industri dengan membuka peluang sumber pasokan baru. Namun, Prasetyo menekankan bahwa proses pencarian sumber alternatif tidak bisa dilakukan secara instan karena berkaitan dengan kontrak dagang internasional yang kompleks.
"Cara menyelesaikannya itu kan juga tidak serta-merta mudah ya. Contoh misalnya, memastikan pasokan minyak kita, itu kan meskipun mohon maaf, misalnya banyak yang punya produksi minyak, tapi belum tentu juga selama ini mungkin kita belum pernah membeli dari negara tersebut, atau dari perusahaan tersebut. Ini kan butuh waktu," jelas Prasetyo.

Warga memilih gelas plastik di Pasar Johar, Semarang, Jawa Tengah. Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar.
Meskipun membutuhkan waktu dalam proses penyesuaian, pemerintah memastikan terus menyusun berbagai skema kebijakan untuk melindungi sektor industri nasional. Prioritas utama saat ini adalah menjaga stabilitas harga agar daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Hingga saat ini, pemerintah terus melakukan evaluasi harian terhadap pergerakan komoditas strategis. Langkah-langkah kebijakan terintegrasi diharapkan dapat segera diimplementasikan guna memberikan kepastian bagi para pelaku usaha di sektor manufaktur.