Wakil Ketua komisi III DPR Ahmad Sahroni. Foto: Istimewa.
Sahroni Sebut Presiden Prabowo Tak Main-main Berantas Korupsi
Anggi Tondi Martaon • 5 June 2026 15:44
Jakarta: Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, menilai Presiden Prabowo Subianto serius dalam pemberantasan korupsi. Hal itu menjadi pengingat bagi seluruh pembuat kebijakan agar bekerja dengan baik.
“Intinya Pak Presiden sedang bersih-bersih di segala sektor. Ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pihak bahwa Presiden Prabowo tidak main-main," kata Sahroni melalui keterangannya, Jumat, 5 Juni 2026.
Hal itu disampaikan Sahroni merespons pengungkapan korupsi dalam sepekan terakhir. Yakni, praktik rasuah di Badan Gizi Nasional (BGN) dan Ditjen Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas).
Baca Juga :
"Menurut saya, negara sedang bersih-bersih melalui Kejagung dan KPK. Ini bukti hukum bekerja tanpa pandang bulu," ungkap Sahroni.
Legislator asal Dapil DKI Jakarta III itu menilai kepemimpinan Presiden Prabowo sudah menuju ke arah yang lebih baik. Hal itu harus didukung.
"Maka dari itu, kalau ada narasi yang aneh-aneh, justru memberi kesan adanya perlawanan dari pihak-pihak yang tidak terima terhadap agenda bersih-bersih ini,” ujar Sahroni.
Kejaksaan Agung menetapkan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya, dan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu, 3 Juni 2026.
Di sisi lain, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Silmy Karim sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi terkait pengurusan izin tinggal warga negara asing (WNA) di Indonesia, termasuk Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) dan Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP). Mereka sudah ditahan oleh masing-masing aparat penegak hukum yang menangani perkaranya.