Presiden Prabowo Subianto. Foto: Setrpres.
Presiden Prabowo Ungkap Rencana Rekrutmen Guru Kembali ke Pemerintah Pusat
Anggi Tondi Martaon • 16 September 2026 21:46
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah tengah membahas kemungkinan mengembalikan kewenangan pengangkatan guru ke pemerintah pusat. Tujuannya untuk memperbaiki sistem pendidikan nasional.
“Ya, seluruh sistem pendidikan itu harus diperbaiki. Mulai dari rekrutmen guru yang paling utama,” kata Prabowo dalam program Presiden Prabowo Menjawab, dikutip dari Antara, Rabu, 16 September 2026.
Kepala Negara menjelaskan desentralisasi merupakan bagian dari semangat demokratisasi yang bertujuan baik, tetapi pelaksanaan rekrutmen guru oleh pemerintah daerah menghadirkan tantangan dalam menjaga objektivitas dan kualitas tenaga pendidik.
RI 1 mengatakan proses pengangkatan guru perlu didasarkan pada kemampuan, kebutuhan sekolah, dan standar kualitas. Bukan berdasarkan kedekatan pribadi maupun kepentingan politik.
“Kalau diserahkan kepada pemerintah kabupaten, pemerintah (provinsi) gubernur, rekrutmen guru apakah kita yakini kualitasnya itu? Kita harus bicara realita. Apakah bupati itu objektif atau dia angkat saudara-saudara dia jadi guru? Tim sukses dia? Dan sebagainya. Ini yang jadi dilema bagi kita,” ungkap Prabowo.
Prabowo juga menempatkan digitalisasi kelas sebagai salah satu langkah untuk mengurangi kesenjangan kualitas pendidikan. Termasuk membantu guru meningkatkan kemampuan mengajar dan siswa memperoleh materi pembelajaran yang lebih menarik.
“Karena itulah saya mau lompat. Ini kesulitan, makanya saya taruh digitalisasi kelas-kelas itu semua, supaya nanti guru-guru yang kurang mampu bisa juga belajar dari situ. Dan anak-anak yang kurang mampu, tertarik belajar dari situ,” kata Prabowo.
Namun, Prabowo menegaskan digitalisasi tidak dapat menggantikan peran guru. Sebab, pembenahan mendasar pendidikan tetap membutuhkan rekrutmen dan pendidikan guru yang berkualitas.

Ilustrasi guru. Foto: Pexels.
Prabowo juga mengungkapkan rencana crash program dengan merekrut lulusan perguruan tinggi terbaik dari berbagai disiplin ilmu untuk membantu mengajar di sekolah-sekolah yang paling tertinggal. "Katakanlah guru-guru darurat yang kita terjunkan ke sekolah,” kata Prabowo.
Prabowo mencontohkan pemerintah dapat memulai program tersebut pada jenjang SD dengan merekrut sekitar 30 ribu sarjana untuk ditempatkan di sekolah-sekolah yang paling tertinggal. Prabowo juga menyebut pemerintah dapat melibatkan aparatur sipil negara (ASN) yang telah bekerja untuk menjalani penugasan singkat selama dua atau tiga minggu di sekolah sesuai kebutuhan daerah.
Prabowo menegaskan peningkatan kualitas pendidikan juga harus disertai perbaikan kesejahteraan guru. “Yang penting ini kita harus memperbaiki kesejahteraan guru dan kita sudah banyak lakukan dalam banyak hal,” ujar Prabowo.
Ia kemudian menyampaikan pemerintah tengah membahas kemungkinan pengembalian kewenangan pengangkatan guru kepada pemerintah pusat sebagai bagian dari upaya membangun sistem rekrutmen yang lebih objektif dan terukur.