Dolar AS Keok Lawan 6 Mata Uang Utama Dunia

Dolar AS. Foto: Freepik.

Dolar AS Keok Lawan 6 Mata Uang Utama Dunia

Husen Miftahudin • 30 January 2026 08:41

New York: Dolar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap enam mata uang utama dunia pada perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Kondisi ini membuat mata uang Negeri Paman Sam itu masih berada di terendah dalam beberapa tahun terakhir.
 
Penurunan ini terjadi saat investor masih gelisah tentang kebijakan AS. Meskipun Bank Sentral AS Federal Reserve menggemakan kebijakan moneter yang sedikit hawkish untuk mendorong dukungannya terhadap pergerakan mata uang dolar AS.
 
Mengutip Xinhua, Jumat, 30 Januari 2026, indeks dolar, yang mengukur nilai dolar AS terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,17 persen menjadi 96,285.
 
Pada penutupan perdagangan di New York, euro menguat menjadi USD1,1951 dari USD1,1928 pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris naik menjadi USD1,3802 dari USD1,3776 pada sesi sebelumnya.
 
Dolar AS diperdagangkan pada 152,99 yen Jepang, lebih rendah dari 153,8 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,7668 franc Swiss dari 0,7712 franc Swiss.
 
Mata uang Negeri Paman Sam itu juga turun menjadi 1,3513 dolar Kanada dari 1,3593 dolar Kanada. Dolar AS turun menjadi 8,8268 kronor Swedia dari 8,8822 kronor Swedia.
 

Baca juga: Dolar AS Akhirnya Bangkit Menguat setelah Fed Tahan Suku Bunga


(Dolar AS. Foto: Freepik)
 

Penyebab utama dolar AS ambruk

 
Dolar AS telah berada di bawah tekanan karena beberapa alasan, termasuk ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve yang berkelanjutan, ketidakpastian tarif, dan volatilitas kebijakan AS.
 
Mata uang tersebut mengakhiri pekan lalu dengan penurunan terbesar sejak April lalu, sebagian didorong oleh kekhawatiran tentang kebijakan AS terkait Greenland.
 
Dolar AS sempat mendapat dukungan setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga tetap stabil di tengah ekonomi yang solid dan berkurangnya risiko inflasi dan lapangan kerja, seperti yang dikatakan Gubernur Fed Jerome Powell.
 
Adapun, data pada Kamis menunjukkan jumlah warga Amerika yang mengajukan permohonan baru untuk tunjangan pengangguran sedikit menurun minggu lalu. Masih konsisten dengan tingkat PHK yang relatif rendah, meskipun perekrutan yang lesu memicu kecemasan di kalangan rumah tangga tentang pasar tenaga kerja.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)