Harga Minyak Brent Tembus USD91,30/Barel di Tengah Ketidakpastian Selat Hormuz

Ilustrasi. Foto: Unplash

Harga Minyak Brent Tembus USD91,30/Barel di Tengah Ketidakpastian Selat Hormuz

Eko Nordiansyah • 18 August 2026 19:16

Houston: Harga minyak dunia kembali menunjukkan penguatan. Mengutip Investing, Selasa, 18 Agustus 2026, harga minyak Brent berjangka kembali melonjak sebesar 0,5 persen, menjadi USD91,30 per barel.

Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka naik 1,0 persen menjadi USD85,31 per barel.

Harga tersebut menguat setelah pernyataan Trump Amerika Serikat tidak akan meminta perpanjangan kesepakatan genjatan senjata dengan Iran terkait Selat Hormuz, yang ditandatangani pada pertengahan Juni dan berakhir pada Senin, 17 Agustus 2026. Sementara itu, Iran menyatakan akan mengambil sikap yang lebih ofensif.

Kondisi di Selat Hormuz masih menjadi perhatian pasar seiring pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran terkait pembukaan jalur pelayaran di kawasan tersebut yang masih terhenti.


(Ilustrasi. Foto: Dok ICDX)

Ketegangan di Selat Hormuz

Hingga saat ini, lalu lintas kapal komersial melalui Selat Hormuz masih berada jauh di bawah tingkat sebelum konflik. Kekhawatiran terhadap serangan Iran menjadi alasan kapal-kapal komersial enggan melewati jalur tersebut.

Lebih lanjut, harga terus menguat setelah otoritas Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) mengatakan sebuah kapal terkena proyektil tak dikenal saat melintas keluar dari Selat Hormuz.

Di sisi lain, media Iran melaporkan Teheran mengklaim telah menahan sebuah kapal tanker yang terkait dengan Uni Emirat Arab (UEA) karena melanggar aturan di Selat Hormuz.

Hal tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan pasokan energi global. Gangguan terhadap pelayaran melalui Selat Hormuz berpotensi mengurangi pasokan minyak mentah global secara signifikan, mengingat Selat Hormuz sekitar 20 persen minyak dunia melewati jalur tersebut sebelum konflik terjadi. (Selsha Septifanie Gunawan)

(Eko Nordiansyah)