Presiden Prabowo Subianto. Foto: Setrpres.
Presiden Kembali Berikan Bantuan Daging untuk Korban Bencana Aceh Jalani Tradisi Meugang
Anggi Tondi Martaon • 17 March 2026 22:20
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto kembali memberikan bantuan daging kepada korban bencana di Aceh agar bisa menjalani tradisi meugang menjelang Hari Raya Idulfitri. Bantuan serupa pernah diberikan Kepala Negara menjelang bulan Ramadan 1447 Hijriah.
?
"Ini merupakan bentuk kepedulian nyata pemerintah pusat terhadap masyarakat Aceh, terutama di tengah kondisi sebagian warga yang sedang menghadapi dampak bencana hidrometeorologi,” kata Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) dikutip dari Antara, Selasa, 17 Maret 2026.
Untuk diketahui, sebelum memasuki bulan puasa Presiden Prabowo membantu daging untuk masyarakat Aceh dengan anggaran sebesar Rp72,7 miliar. Jumlah bantuan yang sama diberikan menjelang Idulfitri,
Adapun bantuan anggaran daging meugang dari Presiden sebesar Rp72,2 miliar kali ini didistribusikan untuk Kota Lhokseumawe Rp550 juta, Kabupaten Aceh Tamiang Rp10,5 miliar, Pidie Jaya Rp4,9 miliar, dan Aceh Timur Rp7,55 miliar.
Lalu, Kabupaten Gayo Lues Rp4,3 miliar, Aceh Tenggara Rp2,25 miliar, Aceh Barat Daya Rp1 miliar, Kota Subulussalam Rp1 miliar, Aceh Besar Rp500 juta, Nagan Raya Rp1,45 miliar, Aceh Selatan Rp500 juta, serta Kabupaten Simeulue Rp250 juta.

Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem). Foto: Youtube Setpres.
Mualem mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas bantuan sapi untuk tradisi meugang dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri untuk korban bencana di Aceh. Menurut dia, ?bantuan tersebut merupakan bagian dari perhatian Presiden terhadap masyarakat Aceh, sekaligus dukungan terhadap pelestarian tradisi meugang yang telah mengakar kuat di Aceh.
?“Kami atas nama Pemerintah Aceh dan seluruh rakyat Aceh mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas bantuan sapi meugang ini," ujarnya.
?Ia menambahkan, dalam situasi pascabencana bantuan tersebut memiliki makna lebih dari sekadar dukungan terhadap tradisi. Bantuan ini dinilai menjadi bagian dari upaya membantu pemulihan sosial masyarakat serta menghadirkan kebahagiaan di tengah kondisi yang masih sulit.