Kemlu: Tidak Ada WNI Jadi Korban Akibat Jatuhnya Drone di Bandara Dubai

Plt Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah. Foto: Metrotvnews.com

Kemlu: Tidak Ada WNI Jadi Korban Akibat Jatuhnya Drone di Bandara Dubai

Fajar Nugraha • 17 March 2026 09:06

Jakarta: Perwakilan RI melaporkan terdapat beberapa insiden jatuhnya serpihan drone di sejumlah wilayah di Dubai, Fujairah, dan Umm Al Quwain yang menyebabkan kebakaran di beberapa titik, termasuk di area dekat Dubai International Airport (DXB).

Otoritas setempat segera menangani kejadian tersebut dan hingga saat ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa.

Akibat insiden tersebut, operasional penerbangan di Dubai International Airport (DXB) sempat ditunda hingga pukul 10.00 waktu setempat, dan sejumlah penerbangan dialihkan ke bandara terdekat.

Terkait dengan Warga Negara Indonesia (WNI), terdapat dua penerbangan maskapai Emirates dari Indonesia menuju Dubai yang terdampak pengalihan pendaratan, yaitu:

- EK 359 rute Jakarta–Dubai, dialihkan mendarat di Zayed International Airport dengan perkiraan 309 penumpang.
- EK 399 rute Denpasar–Dubai, dialihkan mendarat di Al Maktoum International Airport dengan perkiraan 300 penumpang.

“Sejauh ini tidak terdapat laporan WNI yang menjadi korban ataupun yang meminta bantuan terkait insiden tersebut,” ujar Plt Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah, Selasa 17 Maret 2026.

Heni menambahkan, Perwakilan RI terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan otoritas setempat serta maskapai terkait untuk memastikan kelancaran perjalanan WNI yang terdampak.

Sebelumnya, Otoritas Penerbangan Sipil Dubai mengumumkan penghentian sementara penerbangan di Bandara Internasional Dubai sebagai tindakan pencegahan guna menjamin keselamatan seluruh penumpang dan staf.

Tim pertahanan sipil dilaporkan telah berhasil memadamkan api yang bersumber dari hantaman proyektil tersebut. Maskapai Emirates juga telah mengonfirmasi penangguhan jadwal penerbangan dari dan menuju Dubai.

Negara-negara Arab di kawasan Teluk terus menghadapi ancaman serius sejak pecahnya perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran pada 28 Februari lalu. Tercatat lebih dari 2.000 serangan rudal dan drone telah diluncurkan, menyasar pangkalan militer AS hingga infrastruktur sipil yang krusial.

Uni Emirat Arab menjadi negara yang paling terdampak dari rangkaian serangan tersebut. Berdasarkan data otoritas keamanan, Iran telah meluncurkan lebih dari 1.800 rudal ke wilayah UEA.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)