Terduga macan yang terlihat kurang gizi di Kebun Binatang Surabaya (KBS). (Threads/@enzystoria)
Deretan Artis Indonesia yang Kecam Dugaan Korupsi Makanan Hewan
Riza Aslam Khaeron • 24 July 2026 16:05
Jakarta: Kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan Kebun Binatang Surabaya (KBS) memicu kemarahan publik, termasuk sejumlah artis dan musisi Indonesia.
Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) menetapkan mantan Direktur Utama Perusahaan Daerah Taman Satwa KBS berinisial CA sebagai tersangka pada Selasa, 21 Juli 2026. Penyimpangan ini diduga berlangsung sepanjang periode 2016–2024 dengan taksiran kerugian negara mencapai Rp10,2 miliar.
"Penyelewengan ini diduga berlangsung selama delapan tahun. Saya mendukung penuh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur mengusut perkara ini secara menyeluruh tanpa pandang bulu," kata anggota Komisi IV DPR Rajiv dalam keterangannya dilansir Antara, Jumat, 24 Juli 2026.
Menurut Kejati Jatim, dana perusahaan dialokasikan untuk kegiatan fiktif, pengeluaran tak sesuai peruntukan, hingga kepentingan pribadi. Penyimpangan tersebut berdampak langsung pada pemangkasan anggaran pakan dan perawatan fasilitas, yang memengaruhi kesehatan satwa.
Berikut deretan artis Indonesia yang menyuarakan kecaman terhadap kasus korupsi pakan satwa KBS melalui media sosial:
1. Ariel Tatum
.jpg)
Ariel Tatum menilai perbuatan menyelewengkan hak makan satwa justru menunjukkan perilaku yang lebih buruk.
“Bilang manusia seperti binatang aja udah jadi sebuah penghinaan untuk binatangnya,” tulis Ariel.
2. Pongki Barata
.jpg)
Musisi Pongki Barata mempertanyakan nurani pelaku yang tega mengambil alokasi dana makanan hewan.
“Kok bisa ya, uang makan hewan dikorupsi. Hewan-hewan itu kan enggak bisa ngomong kalau mereka kurang makan,” tulis Pongki.
3. Enzy Storia
.jpg)
Enzy Storia membagikan ulang unggahan mengenai kasus korupsi di KBS dengan menyertakan foto seekor harimau bertubuh kurus.
“Kok bisa sejahat itu?!!?!!” tulis Enzy melalui akun Threads miliknya.
4. Deva Mahenra
.jpg)
Deva Mahenra menyayangkan penyalahgunaan wewenang dalam pengelolaan kebun binatang tersebut.
“Hak manusia saja berani dikorupsi, apalagi anggaran pakan hewan,” ujar Deva.
5. Iga Massardi
.jpg)
Vokalis Barasuara, Iga Massardi, berpendapat bahwa penggunaan ungkapan “berperilaku seperti binatang” untuk merujuk pada koruptor justru merendahkan posisi satwa.
Ia menilai tindakan mengambil hak makan hewan menunjukkan penurunan moral manusia yang tidak pantas dibandingkan dengan binatang sebagai korban.
6. Idgitaf
.jpg)
Penyanyi Idgitaf memberikan sindiran singkat mengenai peruntukan anggaran pakan satwa. Melalui akun Threads, ia menegaskan pentingnya menyalurkan dana sesuai fungsi dan sasaran utamanya.
“Duit pakan binatang itu buat kasih makan binatang,” tulis Idgitaf.
7. Shahnaz Soehartono

Shahnaz Soehartono merasa prihatin atas munculnya kasus penyelewengan dana pakan hewan tersebut.
Ia menyoroti keberadaan satwa yang sudah kehilangan kebebasan alaminya. Dalam kondisi terkungkung, pakan dan tempat tinggal yang layak seharusnya menjadi hak mutlak yang dijamin pengelola, bukan malah dikurangi.
“Duit makanan buat hewan di kebun binatang aja dikorupsi, bayangin enggak?” tulis Shahnaz.
8. Kunto Aji
.jpg)
Kunto Aji turut meluapkan kekecewaannya lewat Threads. Ia menyoroti dampak langsung dari penyalahgunaan dana tersebut terhadap fisik satwa.
“Korupsi dana kebun binatang. Sampai hewan-hewannya kurus, ternyata gara-gara dikorup,” tulis Kunto Aji.
9. Melly Mono
.jpg)
Mantan vokalis grup SHE, Melly Mono, meminta masyarakat untuk berhenti mengidentikkan koruptor dengan binatang. Menurutnya, perbandingan tersebut semakin tidak sepadan ketika anggaran yang dikorupsi adalah dana pakan hewan yang tidak berdaya.
10. Inul Daratista

Inul Daratista memberikan tanggapannya pada kolom komentar salah satu unggahan Threads yang membahas topik korupsi ini.
Pedangdut asal Pasuruan tersebut menilai perbuatan menyelewengkan anggaran pakan satwa sebagai bentuk keserakahan yang melampaui batas.
“Tamaknya tuh, tamak banget,” tulis Inul.
Pihak manajemen KBS mengklarifikasi bahwa sejumlah foto satwa kurus dan mati yang beredar kembali di media sosial merupakan dokumentasi lama. Meski demikian, Kejati Jatim menegaskan bahwa penyelewengan anggaran yang diselidiki terbukti berdampak pada pengelolaan fasilitas dan perawatan satwa selama periode tersebut.