Analisis BBC berbasis citra satelit menyebut serangan Iran merusak 20 fasilitas militer AS di Timur Tengah. (Anadolu Agency)
Serangan Iran Rusak 20 Fasilitas Militer AS, Lebih Besar dari Pengakuan Washington
Willy Haryono • 1 June 2026 16:25
London: Serangan Iran disebut merusak sedikitnya 20 fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah sejak pecahnya perang AS-Israel melawan Teheran pada Februari lalu.
Temuan tersebut diungkap media BBC melalui analisis citra satelit dan video yang dipublikasikan pada Senin, 1 Juni 2026.
Laporan BBC Verify menggunakan citra satelit dari sejumlah penyedia internasional serta arsip gambar Planet untuk menilai dampak serangan Iran terhadap fasilitas militer AS di kawasan.
Fasilitas yang terdampak disebut tersebar di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Irak, Yordania, Bahrain, dan Oman.
Meski Gedung Putih berulang kali menyatakan kemampuan militer Iran telah banyak dihancurkan, sejumlah analis menilai kerusakan di pangkalan AS menunjukkan serangan balasan Teheran lebih presisi dan luas dibanding yang diakui Washington.
Salah satu kerugian besar disebut terjadi pada tiga sistem pertahanan rudal anti-balistik di Pangkalan Udara Al Ruwais dan Al Sader di Uni Emirat Arab, serta Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania.
Analisis citra satelit juga menunjukkan kerusakan parah pada pesawat pengisian bahan bakar dan pesawat pengintai AS di Pangkalan Udara Prince Sultan, Arab Saudi.
Kerusakan Sejumlah Fasilitas Militer AS
Foto satelit memperlihatkan bangkai pesawat dan bekas kebakaran di area pangkalan tersebut.Seorang analis MAIAR mengidentifikasi salah satu pesawat yang rusak sebagai E-3 Sentry, pesawat pengintai yang menurut laporan media AS bernilai hingga USD700 juta.
Di Kuwait, serangan Iran juga disebut menghantam Pangkalan Udara Ali Al Salem dan Camp Arifjan.
Analis MAIAR menyebut citra satelit menunjukkan bunker penyimpanan bahan bakar, hanggar pesawat, dan fasilitas akomodasi pasukan mengalami kerusakan akibat beberapa kali serangan.
Sementara itu, perusahaan intelijen pertahanan Janes melaporkan kerusakan signifikan pada peralatan komunikasi satelit di Camp Arifjan.
Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Teheran kemudian membalas dengan menyerang Israel dan sekutu AS di kawasan Teluk serta menutup Selat Hormuz.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, namun pembicaraan lanjutan di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan permanen.
Baca juga: IRGC Klaim Serang Pangkalan AS usai Dugaan Serangan di Pulau Sirik