Jumlah Korban Tewas Gaza Tembus 75.000, Studi The Lancet Ungkap Fakta Baru

Kerusakan akibat serangan Israel di Jalur Gaza. (Anadolu Agency)

Jumlah Korban Tewas Gaza Tembus 75.000, Studi The Lancet Ungkap Fakta Baru

Willy Haryono • 20 February 2026 14:18

Gaza: Sebuah studi terbaru yang diterbitkan jurnal medis The Lancet Global Health mengungkap jumlah korban tewas di Gaza selama 15 bulan pertama operasi militer Israel mencapai lebih dari 75.000 orang. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan laporan resmi otoritas kesehatan Gaza yang sebelumnya mencatat sekitar 49.000 kematian.

Penelitian independen berbasis survei populasi pertama di Gaza itu menemukan 56,2 persen korban tewas akibat kekerasan merupakan perempuan, anak-anak, dan lansia. Temuan ini dinilai sejalan dengan pola korban yang selama ini dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan Gaza.

Studi tersebut dilakukan terhadap sekitar 2.000 rumah tangga di berbagai wilayah Gaza sejak 30 Desember 2024. Penelitian dipimpin oleh Royal Holloway, University of London, bekerja sama dengan Palestinian Center for Policy and Survey Research, menggunakan wawancara langsung untuk mendokumentasikan anggota keluarga yang meninggal.

“Bukti gabungan menunjukkan bahwa hingga 5 Januari 2025, sekitar 3 hingga 4 persen populasi Gaza telah tewas akibat kekerasan, di luar jumlah signifikan kematian tidak langsung yang disebabkan oleh konflik,” tulis para peneliti, seperti dikutip AsiaOne, Jumat, 20 Februari 2026.

Selain sekitar 75.200 kematian akibat kekerasan langsung, studi tersebut juga memperkirakan sekitar 16.300 kematian tidak langsung dalam periode yang sama. Kematian ini disebabkan oleh penyakit, kondisi medis kronis yang tidak tertangani, serta dampak runtuhnya sistem layanan kesehatan akibat perang.

Israel selama ini mempertanyakan keakuratan data korban dari Kementerian Kesehatan Gaza karena lembaga tersebut berada di bawah pemerintahan Hamas. Namun, para peneliti menyatakan hasil analisis mereka justru menunjukkan angka resmi kemungkinan lebih rendah dari jumlah sebenarnya, mengingat sulitnya pendataan di tengah konflik.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebelumnya juga menyatakan data kementerian tersebut secara umum dapat dipercaya. Ribuan korban diperkirakan masih belum terdata karena tertimbun reruntuhan bangunan yang hancur.

Konflik Gaza saat ini dipicu oleh serangan militan pimpinan Hamas ke wilayah selatan Israel pada Oktober 2023 yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyebabkan sekitar 250 orang disandera, yang kemudian memicu operasi militer besar-besaran Israel di wilayah tersebut. (Kelvin Yurcel)

Baca juga:  PBB Sebut Serangan Israel Ancam Gencatan Senjata Gaza dan Solusi Dua Negara

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)