Kabid Humas Polda Riau Kombes Zahwani Pandra Arsyad saat mendatangi rumah korban. Dokumentasi/ Polda Riau
Sering Dimaki Korban, Pembunuhan Ibu Rumah Tangga di Pekanbaru Bermotif Sakit Hati
Whisnu Mardiansyah • 3 May 2026 16:55
Pekanbaru: Polisi mengungkap motof di balik pembunuhan berencana terhadap seorang ibu rumah tangga di Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru pada Rabu, 29 April kemarin. Pelaku utama yang masih memiliki ikatan keluarga sakit hati terhada korban.
"Untuk motif kejahatan ini adalah sakit hati dengan alasan saat menjadi menantu, saat masih tinggal, sering-sering dimaki-maki oleh korban. Ini perlakuan yang dirasakan pelaku berdasarkan pengakuan tersangka. Serta motif ekonomi, yaitu menguasai harta-harta milik korban," jelas Kapolresta Pekanbaru, Kombes Muharman, dalam konferensi pers yang digelar di Mapolresta Pekanbaru, Minggu, 3 Mei 202.
Di kesempatan yang sama, Kabid Humas Polda Riau, Kombes Zahwani Pandra, memberikan penjelasan lebih rinci mengenai latar belakang kesakitan hati tersangka AF yang merupakan menantu korban.
"Perlu saya jelaskan, pernikahan antara anak pertama dari korban dengan tersangka ini berlangsung pada tahun 2022. Namun pada tahun 2023, tidak sampai satu tahun, tersangka keluar dari rumah tersebut. Sebagaimana tadi dijelaskan, karena adanya rasa sakit hati dan juga karena ada tekanan secara verbal," ujar Kombes Zahwani Pandra.
Ia menambahkan bahwa tekanan verbal tersebut menjadi pemicu awal mula kesakitan hati tersangka. "Jadi, tekanan secara verbal itu yang membuat dia sakit hati. Itulah awal mulanya kesakitan hatinya karena ada perkataan secara verbal yang dirasakan menyakitkan. Kemudian, dari segi ekonomi juga tidak tercukupi, masih ketergantungan dengan keluarga besar korban," jelasnya.
Dari keempat pelaku yang diringkus tersebut, AF berperan sebagai otak pembunuhan. AF ternyata masih memiliki hubungan keluarga dekat dengan korban yang meninggal dunia, yakni sebagai menantu.
Sementara itu, eksekutor yang melakukan pemukulan menggunakan balok kayu adalah pelaku berinisial SL. SL dibantu oleh dua orang rekannya, yakni E alias I dan L. Adapun komposisi para pelaku terdiri dari dua orang perempuan dan dua orang laki-laki.
Sebelumnya, aksi pembunuhan brutal tersebut terekam kamera pengawas atau CCTV dalam sebuah rumah di Kota Pekanbaru pada Rabu, 29 April 2026. Rekaman yang beredar luas di media sosial memperlihatkan dua orang wanita memasuki sebuah rumah yang berada di Jalan Kurnia 2, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru.

Rekaman CCTV menunjukkan terduga pelaku memasuki rumah korban. Foto: Tangkapan layar.
Penghuni rumah yang diketahui bernama Dumaris Denny Waty Sitio kemudian membuka pintu dan bersalaman dengan kedua tamunya. Korban ditemukan tewas di kediamannya usai kejadian.
Setelah korban meninggal, para pelaku diduga mengambil sejumlah barang berharga dari rumah tersebut, antara lain cincin emas, uang tunai sekitar 400 dolar Singapura, serta beberapa perangkat elektronik.