Warga Kota Bogor Diimbau Tak Belanja di Lapak PKL Liar

Ilustrasi pedagang kaki lima (PKL). (metrotvnews.com)

Warga Kota Bogor Diimbau Tak Belanja di Lapak PKL Liar

Silvana Febiari • 26 March 2026 09:45

Kota Bogor: Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jawa Barat, mengimbau masyarakat tidak berbelanja di lapak pedagang kaki lima (PKL) di kawasan eks Pasar Bogor seiring penataan kawasan tersebut. Imbauan itu berlaku untuk PKL yang berada di Jalan Roda, Pedati, Bata, dan Lawang Seketeng mulai Rabu, 25 Maret 2026. 

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menjelaskan langkah tersebut merupakan bagian dari penataan dan penertiban kawasan eks Pasar Bogor dan Plaza Bogor agar lebih tertib, nyaman, dan aman bagi masyarakat.

“Sejak malam, Pemkot Bogor juga telah melakukan sosialisasi kepada para pelaku distribusi, khususnya angkutan suplai komoditas sayur dan buah dari luar daerah, untuk mengalihkan distribusi ke dua pasar resmi tersebut,” kata Dedie, dilansir dari Antara, Kamis, 26 Maret 2026. 


Sebagai solusi, Pemkot Bogor telah menyiapkan lokasi relokasi bagi para pedagang, yakni di Pasar Jambu Dua dan Pasar Gembrong Sukasari yang telah beroperasi dalam satu tahun terakhir.

Menurut dia, salah satu faktor yang memicu tumbuhnya lapak PKL di kawasan tersebut adalah belum dialihkannya rute distribusi angkutan pick up dan truk yang selama ini menjadi sumber pasokan pedagang. Penataan tidak hanya difokuskan pada penertiban lapak, tetapi juga pengaturan sistem distribusi barang agar terpusat di lokasi resmi yang telah disediakan pemerintah.


Wali Kota Bogor Dedie A Rachim di Bogor, Jawa Barat. ANTARA/HO-Pemkot Bogor


Pemkot Bogor menegaskan komitmennya untuk memastikan aktivitas perdagangan tetap berjalan lancar melalui pasar resmi. Langkah ini juga bertujuan menciptakan kawasan kota yang lebih tertib.

Dedie berharap masyarakat berperan aktif dengan berbelanja di pasar yang telah ditentukan, sebagai bagian dari upaya bersama mendukung penataan kota. Upaya ini diharapkan menekan munculnya kembali lapak PKL liar di kawasan eks Pasar Bogor sekaligus memperkuat fungsi pasar resmi sebagai pusat distribusi komoditas.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)