Pembukaan one way nasional di GT Kalikangkung menuju GT Cikatama, Selasa, 24 Maret 2026. (Istimewa)
One Way Arus Balik, Jasa Raharja Imbau Pemudik Prioritaskan Keselamatan
Lukman Diah Sari • 24 March 2026 20:56
Semarang: Rekayasa lalu lintas satu arah (one way) nasional arus balik Idulfitri 1447 H, pada Selasa, 24 Maret 2026, berlangsung di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, Jawa Tengah. Penerapan one way nasional diberlakukan dari KM 414 Kalikangkung hingga KM 70 Cikatama untuk mengurai lalu lintas.
Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin turut hadir dalam pembukaan jalur one way tersebut. Awaluddin mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan dengan menghindari puncak kedapatan, serta memastikan kondisi tubuh prima.
“Keselamatan adalah prioritas utama. Lebih baik tiba sedikit lebih lama tetapi selamat, daripada terburu-buru dan berisiko mengalami kecelakaan,” ujar Awaluddin dalam keterangan resmi, Selasa, 24 Maret 2026.
Dia mengungkap tren keselamatan selama periode mudik Lebaran 2026 menunjukkan perbaikan. Berdasarkan data bersama Korlantas Polri, periode 13–23 Maret 2026, jumlah kecelakaan tercatat menurun sekitar dua persen, dari 2.397 menjadi 2.349 kejadian. Penurunan paling signifikan terjadi pada korban meninggal dunia yang turun hingga 27 persen, dari 294 menjadi 213 korban.
Hingga 23 Maret 2026, Jasa Raharja juga telah menyalurkan santunan sebesar Rp10,45 miliar kepada korban kecelakaan dengan mengedepankan program Zero Pending Claim. Program ini memastikan proses santunan berjalan cepat, tepat, dan transparan.
Dalam pembukaan one way nasional arus balik Lebaran 2026, turut dihadiri Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, serta Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono.
Dalam sambutannya, Menko PMK Pratikno menyampaikan bahwa pembukaan one way nasional merupakan bagian dari manajemen arus balik yang dilakukan pemerintah selama periode Idulfitri 2026. Tujuannya, kata dia, memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, mengurai kepadatan lalu lintas, dan menjaga keselamatan serta kenyamanan pegemudi selama perjalanan.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak terkait yang telah bekerja keras. Ini adalah bagian dari inovasi kita untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Pratikno.
Pemerintah juga terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam pengelolaan arus mudik dan arus balik Idulfitri 2026, baik melalui rekayasa lalu lintas maupun penyediaan berbagai fasilitas pendukung. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yang menegaskan bahwa seluruh langkah yang diambil bertujuan menjamin keselamatan dan kenyamanan pemudik.
“Masyarakat yang melaksanakan arus balik kami harapkan tetap menjaga keamanan dan keselamatan. Manfaatkan seluruh fasilitas yang disediakan pemerintah, seperti rest area dan pos pelayanan terpadu untuk beristirahat. Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan transportasi kereta api yang menjadi salah satu pilihan ternyaman. Pemerintah juga menyediakan kebijakan WFA (work from anywhere) untuk membantu mengurai puncak arus balik,” ujar Sigit.
.jpeg)
Pembukaan one way nasional di GT Kalikangkung menuju GT Cikatama, Selasa, 24 Maret 2026. (Istimewa)
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memberi perhatian khusus pada rest area sebagai fasilitas penunjang di sepanjang jalur tol arus balik, terutama di titik-titik yang berpotensi mengalami kepadatan. Ia mengungkap bahwa jumlah kendaraan pada puncak arus balik diperkirakan mencapai 285 ribu.
Masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik, serta memanfaatkan rest area secara bijak. Beberapa rest area, seperti rest area 62B dan 52B, juga akan diberlakukan sistem buka-tutup untuk menghindari kepadatan.
Selain aspek lalu lintas dan infrastruktur, pemerintah juga memberikan perhatian pada faktor kesehatan pengemudi sebagai bagian penting dari keselamatan perjalanan. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan program cek kesehatan gratis bagi para pengemudi, baik kendaraan pribadi maupun umum.
“Kami mengimbau pengemudi untuk beristirahat setiap tiga jam di rest area. Pengemudi yang mengantuk dan kelelahan merupakan salah satu penyebab utama kecelakaan, sehingga kesehatan pengemudi menjadi perhatian penting dalam keselamatan perjalanan,” pesan Budi.