Pemerintah RI Desak Israel Segera Melepas Seluruh Awak Misi Kemanusiaan Gaza

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman memberikan keterangan media di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Selasa (19/5/2026). ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi

Pemerintah RI Desak Israel Segera Melepas Seluruh Awak Misi Kemanusiaan Gaza

Achmad Zulfikar Fazli • 19 May 2026 21:18

Jakarta: Pemerintah Indonesia mendesak Israel segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang saat ini ditahan. Desakan tersebut merupakan hasil koordinasi pemerintah bersama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dalam merespons situasi kemanusiaan yang berkembang.

"Pemerintah Indonesia mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan, serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina secara hukum humaniter internasional," ujar Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman di Kantor Staf Kepresidenan, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dilansir dari Antara, Selasa, 19 Mei 2026.

Dia menegaskan pemerintah terus memantau perkembangan situasi melalui jaringan diplomatik Indonesia di luar negeri. Perwakilan RI disebut telah melakukan verifikasi terkait posisi dan kondisi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di lokasi kejadian.

Menurut Dudung, Kementerian Luar Negeri melalui perwakilan RI terkait juga menyiapkan berbagai langkah perlindungan yang diperlukan sesuai kondisi di lapangan. Selain langkah nasional, Indonesia bergabung bersama sembilan negara lainnya, yakni Turki, Bangladesh, Brasil, Kolombia, Yordania, Libya, Maladewa, Pakistan, dan Spanyol dalam sebuah pernyataan bersama mengutuk keras serangan Israel terhadap misi kemanusiaan internasional.

"Indonesia juga telah bergabung dengan sembilan negara lainnya, yaitu Turki, Bangladesh, Brazil, Kolombia, Jordania, Libya, Maladewa, Pakistan, dan Spanyol dalam suatu pernyataan bersama yang mengutuk keras serangan Israel ke GSF, dan perwakilan RI terkait senantiasa dalam posisi siaga untuk segera menindaklanjuti notifikasi dan otoritas setempat," kata Dudung.

Pasukan Israel mencegat salah satu armada Global Sumud Flotila. Foto: Al Jazeera

Baca Juga: 

Berdasarkan informasi Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu), sedikitnya 10 kapal misi kemanusiaan telah ditahan, termasuk kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys. Kapal yang membawa jurnalis belum dapat dihubungi dan status awak di dalamnya belum diketahui secara pasti.

Kemlu RI sebelumnya menyatakan telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman guna menyiapkan langkah pelindungan serta percepatan pemulangan WNI bila diperlukan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)